Berita Sungailiat

Tambang Timah Ilegal Beroperasi di Pinggir Jalan, Rambah DAS Belinyu, Begini Kondisinya

Aktivitas tambang timah ilegal (TI) di Desa Ridingpanjang Kecamatan Belinyu Bangka sudah marak sejak dulu.

Ist/Achmad Suherman
Penambang timah ilegal beraksi di bawah jembatan, pinggir jalan Dusun Simpang Cangkum Desa Ridingpanjang Belinyu Bangka. Tampak juga Tim Satpol PP Bangka, A Suherman dan personil mendatangi lokasi ini, Senin (18/5/2020). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Aktivitas tambang timah ilegal (TI) di Desa Ridingpanjang Kecamatan Belinyu Bangka sudah marak sejak dulu.

Kali ini, Senin (18/5/2020) ditemukan lagi aktivitas terlarang di daerah aliran sungai (DAS) dekat jembatan, pinggir jalan umum, desa setempat.

Keberadaan TI tersebut memancing perhatian Tim Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bangka. Pol PP kemudian datang ke lokasi, memberikan peringatan secara lisan.

"Menindak-lanjuti laporan masyarakat atas aktifitas penambangan ilegal yang beroperasi di aliran sungai yang tepatnya di bawah jembatan. Kita memantau lokasi, memberi peringatan lisan kepada penambang," kata Plh Kepala Kantor Satpol PP Bangka Kusyono Aditama diwakili Kabid Perundang-Undangan Pol PP, Achmad Suherman, Senin (18/5/2020).

Penambang timah ilegal beraksi di bawah jembatan, pinggir jalan Dusun Simpang Cangkum Desa Ridingpanjang Belinyu Bangka. Tampak juga Tim Satpol PP Bangka, A Suherman dan personil mendatangi lokasi ini, Senin (18/5/2020).
Penambang timah ilegal beraksi di bawah jembatan, pinggir jalan Dusun Simpang Cangkum Desa Ridingpanjang Belinyu Bangka. Tampak juga Tim Satpol PP Bangka, A Suherman dan personil mendatangi lokasi ini, Senin (18/5/2020). (Ist/Achmad Suherman)

Tambang tersebut berada di Dusun Simpang Cangkum Desa Ridingpanjang Kecamatan Belinyu. Diperkirakan tambang ini beroperasi sejak beberapa waktu lalu. Tim yang dipimpin Kabid Penegak Perundang-Undangan Daerah Achmad Suherman didampingi Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Fredy Hermawan serta dibantu Stas PPUD Ierwandi tiba di lokasi sekitar Pukul 09.30 WIB.

"Sekitar 20 unit tambang jenis rajuk mini sedang beroperasi di aliran sungai dan tepatnya di bawah jembatan yang merupakan aset pemerintah desa dan satu-satu akses penghubung jalan ungkap Suherman.

Sementara itu informasi yang berhasil dihimpun Pol PP melalui Ketua RT setempat menyebutkan, sebelumnya telah memberikan surat teguran kepada para penambang, namun peringatan itu tidak pernah diindahkan oleh para penambang.

"Kami minta tolong segera bongkar. Carilah lokasi lain atau jika mau menambang jangan dekat jalan atau jembatan," imbau Suherman.

Untuk itu, jika penambang tetap membandel Pol PP akan mengambil tindakan tegas.(Bangkapos.com/Ferylaskari)

Penulis: ferylaskari
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved