Breaking News:

Ramadan 2020

Ustaz Kurnia: Tak Sedikit Kaum Muslim Mengabaikan Keutamaan Beribadah di Sepuluh Akhir Ramadan

Kehadiran Idul fitri adalah akhir penutup dari ibadah Ramadan setelah menjalankan kewajiban ibadah puasa.

Penulis: Sela Agustika
Editor: Ardhina Trisila Sakti
ist/dok.pribadi
Ustaz Kurnia 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kehadiran Idul fitri adalah akhir penutup dari ibadah Ramadan setelah menjalankan kewajiban ibadah puasa.

Idul Fitri disebut juga dengan hari kemenangan.

Ustaz H M Kurnia Lc MA, Ketua Alumni Al Azhar Mesir, Bangka Belitung mengungkapkan sebagaimana yang telah lazim bahwa kehadiran idul fitri selalu disambut oleh seluruh Kaum Muslimin di seluruh dunia dengan penuh kebahagiaan, kegembiraan, keceriaan, dan suka cita.

Makna hari kemenangan idul fitri adalah mereka yang berhasil menyelesaikan madrasah Ramadan sebagai momentum untuk menempa diri dan memelihara hawa nafsu, sehingga berhak atas hari kemenangan yang fitri.

Sebuah fenomena yang sering ditemui kalangan umat Islam, waktu sepuluh hari terakhir Ramadan dijadikan sebagai ajang untuk mempersiapkan kedatangan idul fitri, sehingga tidak sedikit dari kaum Muslimin justru mengabaikan keutamaan beribadah yang ada di sepuluh terakhir Ramadan.

Selain itu kualitas Ramadan bisa diukur bagaimana akhir dari penutupnya, barulah berhak atas kebahagiaan lahir dan batin ketika menyambut hari kemenangan yang fitri.

"Sementara yang terjadi di masyarakat justru banyak ibadah-ibadah yang terlewatkan, masjid-masjid yang biasanya terisi penuh pada malam pertama Ramadan menjadi berkurang bahkan yang tersisa hanya sedikit saja orang memakmurkannya, padahal semakin akhir harusnya semakin lebih semangat dalam beribadah," ungkapnya.

Pemandangan yang ada menjelang idul fitri seperti sekarang ini yang ramai bukanlah tempat ibadah, dan orang yang beri'tikaf, tapi yang ramai adalah pusat pembelanjaan, toko toko tempat membeli kebutuhan lebaran, dan pasar musiman yang menjual aneka menu lebaran.

Dalam kondisi pandemi wabah seperti ini seharusnya tetap mengikuti anjuran protokol medis untuk mencegah potensi penyebaran wabah virus corona.

Namun realita di lapangan adalah bagaimana ambisi mereka yang ber-euforia mempersiapkan lebaran sehingga tidak memperdulikan anjuran tenaga medis seperti tidak menjaga jarak, ada sebagian tidak memakai masker, berada pada tempat kerumunan massa, dan lain sebagainya.

Halaman
12
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved