Berita Sungailiat

Pemkab Bangka Distribusikan 1.878 Paket Sembako untuk Masyarakat Terdampak Covid-19 di Bakam

Pemkab Bangka kembali mendistribusikan bantuan sosial berupa paket sembako kepada masyarakat yang terdampak wabah Covid-19

Bangkapos.com/Edwardi
Pemkab Bangka kembali memberikan bantuan sosial berupa paket sembako kepada masyarakat yang terdampak wabah Covid-19 di 9 desa Kecamatan Bakam dengan total 1.878 paket sembako, Rabu (20/05/2020) 

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Pemkab Bangka kembali mendistribusikan bantuan sosial berupa paket sembako kepada masyarakat yang terdampak wabah Covid-19 di sembilan desa Kecamatan Bakam dengan total 1.878 paket sembako, Rabu (20/5/2020).

Pembagian paket sembako ini dilakukan Bupati Bangka Mulkan dan rombongan usai menghadiri penyerahan predikat WTP dari Kantor Perwakilan BPK RI di Pangkalpinang, langsung menuju Kantor Desa Maras Senang untuk membagikan sebanyak 146 paket sembako, Desa Kapuk 210 paket, Desa Neknang 215 dan Desa Tiang Tarah 220 paket.

Sedangkan untuk lima desa lainnya dilakukan Wakil Bupati Bangka, Syahbudin dan rombongan di hari yang sama, yakni Desa Bakam 220 paket, Desa Mabat 210 paket, Desa Dalil 220 paket, Desa Mangka 200 paket dan Desa Bukit Layang 237 paket.

Kegiatan ini juga dilakukan bersama Ketua DPRD Bangka Iskandar, anggota DPD RI Dapil Babel, Hudarni Rani dan unsur Forkopimda Bangka dan lainnya.

Ikut hadir sejumlah kepala OPD dan pejabat di lingkungan Pemkab Bangka, Camat Bakam, para kades setempat dan perwakilan masyarakat.

Bupati Bangka Mulkan mengatakan penyerahan paket sembako kepada masyarakat ini merupakan gerakan bersama dengan DPRD Kabupaten Bangka dan unsur Forkopimda Bangka dalam rangka berbagi dan membantu masyarakat yang terdampak wabah Covid-19 saat ini.

"Kami atas nama pemerintah daerah mengajak seluruh masyarakat agar selalu menjaga kesehatan kita, kami mengajak agar mentaati kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah, baik itu instruksi presiden, maklumat kapolri dan kebijakan Pemerintah Provinsi Babel dan Kabupaten Bangka," kata Mulkan.

Mulkan mengimbau kepada masyarakat ketika keluar rumah gunakan masker, rajin mencuci tangan, jangan melakukan kegiatan yang sifatnya mengumpulkan masyarakat, selalu menjaga jarak.

"Mari dukung dan laksanakan kebijakan pemerintah. Kami tidak melarang bapak ibu melakukan aktivitas atau kegiatan dan ibadah tetapi yang dilarang itu sifat mengumpulkan orang banyak agar kondisi kita cepat pulih kembali, agar putus mata rantai penyebaran Covid-19 dan masyarakat tidak tertular virus Corona ini," ungkap Mulkan.

Menurutnya, mengapa pemerintah membuat kebijakan seperti meliburkan anak-anak ke sekolah tetapi tetap belajar dari rumah, kegiatan kemasyarakatan, keagamaan dan lainnya ditunda karena ingin memutuskan mata rantai penyebaran penularan wabah Covid-19 ini.

Halaman
12
Penulis: edwardi
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved