Virus Corona

Aa Gym Sampaikan Pesan di Tengah Ramainya Pasar, Pusat Perbelanjaan dan Bandara

Aa Gym memberikan pesan sejuk tentang fenomena sesaknya pusat perbelanjaan dan bandara di saat wabah virus corona belum berakhir.

Tribunnews/Irwan Rismawan
Warga berbelanja pakaian yang dijual pedagang kaki lima di atas trotoar Jalan Jati Baru Raya, Tanah Abang, Jakarta, Senin (18/5/2020). Meski kawasan niaga Pasar Tanah Abang telah tutup selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), namun sebagian oknum pedagang tetap menggelar lapaknya di sejumlah titik seperti di atas trotoar dan di gang perkampungan setempat. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Akhir-akhir kita mendengar berita bahwa beberapa tempat seperti pusat perbelanjaan dan bandara padat kerumunan orang. Padahal, Indonesia masih wabah covid-19.

Beberapa orang merasa kecewa karena sejak beberapa bulan terakhir pemerintah mengimbau untuk berdiam diri dirumah untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona tapi faktanya banyak yang melanggar.

Lantas, bagaimana seharusnya sikap kita menghadapi fakta ini?

Ustaz Aa Gym dalam Instagram pribadinya memberikan pesan sejuk tentang fenomena sesaknya pusat perbelanjaan dan bandara di saat wabah virus corona belum berakhir.

Ustaz kondang bernama asli Abdullah Gymnastiar ini mengakui jika  yang berkerumun membuat sakit hati beberapa orang yang selama beberapa bulan terakhir berdiam diri di rumah.

"Assalamualaykum wa-raŠł•matullahi wa-barakatuh, Aa kira para sahabat punya perasaan yang sama jengkel, kecewa, sedih merasa dikhianati, bagi kita yang sudah 3 bulan di rumah melihat kerumunan di airport, pasar, di jalan.

"Seakan-akan perjuangan dan pengorbanan kita terutama para dokter dan perawat yang mempertaruhkan nyawa, aparat yang siang malam, menjaga masjid tempat ibadah kita menjadi sepi seakan terkhianati oleh mereka itu," ungkap Aa Gym.

MUI Kecewa Pemerintah Larang Shalat Berjamaah di Masjid tapi Biarkan Kerumuman Warga di Pasar

Menurut Aa Gym, sebagai umat Islam kita harus menyikapi hal tersebut secara Islami.

Pasalnya apabila kita bertindak sama seperti orang-orang yang berkerumun itu sama saja seperti kemudharatan dan itu tidak sesuai dengan syariat Islam.

Karena berbuat yang membahayakan dirinya sendiri dan orang lain.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved