Virus Corona

Hidup di Hutan Tak Ada Alat Kesehatan, Tabib Suku Amazon Obati Pasien Covid-19 Pakai Kulit Pohon

Sekelompok tabib suku Amazon dengan hiasan kepala dari bulu dan daun sedang 'bekerja' di sebuah sungai Amazon.

India of Times
Suka Awa di hutan Amazon, Brasil. 

BANGKAPOS.COM - Sekelompok tabib suku Amazon dengan hiasan kepala dari bulu dan daun sedang 'bekerja' di sebuah sungai Amazon.

Mereka mencari tanaman obat untuk mengobati pasien yang terinfeksi virus corona.

Dilansir media Perancis AFP, dengan perahu kecil, lima pria dari Suku Satere Mawe berusaha membantu kelompok mereka bertahan hidup tanpa menggunakan sistem kesehatan.

"Kami telah mengobati gejala kami dengan pengobatan tradisional kami sendiri, seperti cara nenek moyang kami mengajari kami," kata Andre Satere Mawe, seorang pemimpin suku yang berasal dari sebuah desa kecil di pinggiran jauh ibu kota negara bagian, Manaus.

"Kami telah menggunakan pengetahuan yang diwariskan kepada kami untuk mengumpulkan perawatan dan mengujinya, menggunakan pada gejala penyakit yang berbeda," ujar Andre.

Penularan di Amazonas sangat cepat, lebih dari 20.000 orang terinfeksi, dengan angka kematian sebanyak 1.400 orang.

Menurut wikipedia, Amazonas adalah sebuah negara bagian (estado) dan merupakan negara bagian terbesar di Brasil, dengan wilayah seluas 1.570.947 km² dengan 2,812 juta jiwa lebih penduduk.

Ibu kotanya adalah Manaus.

Ilustrasi suku wanita Amazon : Perempuan suku terlihat mandi dengan dan mencuci kura-kura peliharaan mereka.
Ilustrasi suku wanita Amazon : Perempuan suku terlihat mandi dengan dan mencuci kura-kura peliharaan mereka. (Charlie Hamilton James / National Geographic)

Amazonas berbatasan dengan Roraima, Rondonia, Acre, Peru, Para, Mato Grosso, Kolombia, dan Venezuela.

Angka kematian itu telah membuat sistem perawatan medis seperti rumah sakit kewalahan dan mendesak pihak otoritas untuk membuat banyak tempat untuk mengubur para korban yang tewas.

Wabah dan fenomena ini juga membuat khawatir masyarakat adat di kawasan itu. Mereka pernah memiliki sejarah tragis yang menghancurkan mereka akibat masuknya penyakit dari dunia luar.

Di dalam suku Amazon sendiri, virus corona telah menginfeksi sebanyak 40 kelompok suku dengan 537 kasus infeksi dan 102 kematian berdasarkan laporan Asosiasi Masyarakat Adat Brasil.

Pengobatan suku Satere Mawes termasuk teh yang terbuat dari kulit pohon Carapanauba yang punya sifat anti-inflamasi.

Halaman
1234
Penulis: tidakada002
Editor: fitriadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved