Berita Sungialiat

Bupati Bangka Datangi Subagen yang Sudah 2 Bulan Tak Jualan Gas Elpiji 3 Kg

Bupati Bangka Mulkan dan rombongan melakukan dialog dengan pemilik subagen gas elpiji, Amuk untuk mengetahui apa penyebabnya

(Bangkapos.com/Edwardi)
Bupati Bangka Mulkan, Ketua DPRD Bangka Iskandar dan unsur Forkopimda Bangka melakukan sidak ke subagen gas elpiji 3 kg di Gang Malabar Kelurahan Parit Padang Kecamatan Sungailiat, Jumat (22/05/2020). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Bupati Bangka Mulkan, Ketua DPRD Bangka Iskandar dan unsur Forkopimda Bangka melakukan sidak ke subagen gas elpiji 3 kg di Gang Malabar Kelurahan Parit Padang Kecamatan Sungailiat, Jumat (22/05/2020).

Pasalnya masyarakat di lingkungan Gang Malabar mengeluhkan sudah dua bulan terakhir ini subagen gas elpiji 3 kg milik Amuk ini sudah tidak menjual gas elpiji lagi kepada masyarakat, karena subagen gas elpiji ini juga tidak mendapatkan suplai gas elpiji dari pihak agen.

Bupati Bangka Mulkan dan rombongan melakukan dialog dengan pemilik subagen gas elpiji, Amuk untuk mengetahui apa penyebab sehingga tidak lagi mendapatkan suplai gas dari pihak agen.

Selain itu juga langsung mengecek stok gas elpiji di dalam gudang kios dan ternyata memang hanya ada tabung-tabung gas yang sudah kosong saja dan tabung gas retur.

Pemilik subagen Elpiji 3 Kg, Amuk mengaku kios sudah dua bulan tidak lagi mendapatkan suplai gas elpiji dari agen gara-gara ada satu pelanggan gasnya pada saat itu yang datang mengambil anaknya, sehingga tandatangan dalam daftar pembeli berbeda.

"Sehingga laporan saya ke agen ditolak agen gara-gara ada satu tandatangan yang berbeda ini sehingga harus mengulang dan saya sudah dua bulan ini tidak lagi mendapatkan suplai gas elpiji 3 kg dari agen," kata Amuk.

Selain itu diakuinya memiliki penyakit yang rentan tertular, sehingga ada ketakutan melihat warga berkerumun saat antri ambil gas elpiji apalagi saat ini ada pandemi wabah Covid-19.

" Apapun keluhan yang disampaikan masyarakat ini semuanya benar, setelah kita cek ke lapangan beginilah kondisinya, bahwa adanya birokrasi yang terlalu panjang sehingga mempersulit yang punya kios sehingga menjadi kerepotan melayani masyarakat, bila dari 100 orang ada satu saja yang salah maka harus mengulang lagi, " kata Mulkan.

Diakui Mulkan, soal masalah tandatangan yang harus diperbaiki kembali semua tentunya sangat merepotkan masyarakat, seharusnya cukup satu tandatangan yang salah itu saja yang diperbaiki.

" Kalau biasanya orangtua yang mengambil dan saat itu tidak sempat seharusnya bisa dikuasakan yang penting asalkan yang mengambil itu benar-benar dari keluarga tersebut," tukas Mulkan.

Mulkan berharap kondisi kelangkaan suplai gas elpiji 3 kg subsidi ini jangan sampai meresahkan masyarakat , apalagi masyarakat akan menghadapi lebaran tentunya membutuhkan gas elpiji untuk memasak yang cukup banyak.

" Solusinya nanti kita serahkan ke pak Camat agar bisa menghubungi kembali agen gas elpijinya agar bisa disuplai kembali untuk masyarakat disini, apakah pihak subagen Ako Amuk ini masih siap atau tidak melayani masyarakat, kalau tidak kita mencari subagen yang baru namun kalau saat ini rasanya tidak memungkinkan lagi karena sudah menjelang lebaran," tukas Mulkan.

(Bangkapos.com/Edwardi)

Penulis: edwardi
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved