Virus Corona di Bangka Belitung

BREAKING NEWS: Disorot Masyarakat, Kepala Dinas Positif Covid-19 Akhirnya Dibawa ke Balai Karantina

"Sebelumnya mereka mungkin lihat, yang reaktif juga dibawa ke wisma karantina. Maka dari itu, kita bergerak membawa yang bersangkutan," terang Mikron.

Bangkapos.com/Ramandha
Ketua Sekretariat Puskodalops Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Babel, Mikron Antariksa 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Karantina mandiri yang sebelumnya dilakukan kepala dinas di lingkup Pemerintahan Kota (Pemkot) Pangkalpinang yang positif Covid-19, mendapat sorotan dari sejumlah masyarakat.

Kritik tersebut juga berlangsung di media sosial (medsos) Facebook.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Sekretariat Puskodalops Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bangka Belitung (Babel), Mikron Antariksa, Jumat (22/5/2020).

Namun, hal itu mendapat respona cepat pihaknya dengan membawa langsung pasien berinisial A menuju wisma karantina Covid-19 Bangka Belitung (Babel) pada Kamis (21/5) malam.

"Kita bawa pasien itu ke badan diklat provinsi (wisma karantina) tadi malam, pukul 23.00 WIB. Kondisinya masyarakat ingin yang bersangkutan dibawa ke wisma karantina. Jadi kita bawa dia," jelasnya.

Ditanyai tentang alasan keputusan karantina mandiri yang dijalani pasien A sebelumnya, menurut Mikron, keputusan tersebut diterima berdasarkan informasi dari pihak Pemkot Pangkalpinang yang menyatakan pasien positif Corona terkait menjalani karantina mandiri di rumah.

Akan tetapi, dikarenakan protes dari masyarakat yang mempermasalahkan dan membandingkan proses karantina wajib dilakukan oleh masyarakat di wisma karantina, akhirnya pasien A pun langsung dibawa menuju tempat karantina Corona yang ada di Badan Diklat Provinsi Babel.

"Sebelumnya mereka mungkin lihat, yang reaktif juga dibawa ke wisma karantina. Maka dari itu, kita bergerak membawa yang bersangkutan," terang Mikron.

"Tapi, sebelumnya memang tidak masalah apabila dikarantina di rumah. Misalnya seperti yang dijalani oleh Wali Kota Bogor, Bupati Karawang. Bisa saja apabila mampu secara aturan dan lain-lain," pungkasnya. (Bangkapos.com/Ramandha)

Penulis: Ramandha
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved