Virus Corona di Bangka Belitung

Kepala Dinas di Pangkalpinang Positif Covid-19, Status OTG Boleh Karantina Mandiri di Rumah

Berdasarkan pedoman revisi keempat Kementerian Kesehatan, ODP (orang dalam pemantauan) dan OTG (orang tanpa gejala) yang terkonfirmasi positif corona

bangkapos.com / Ira Kurniati
Direktur RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang, dr Muhamad Fauzan 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Perlakuan terhadap pasien terinfeksi positif corona memang harus dilakukan karantina, yang bertujuan memutus mata rantai penyebaran virus tersebut sekaligus upaya penyembuhan terhadap orang yang terkonfirmasi.

Karantina pasien positif corona bisa dilakukan di rumah sakit, balai karantina maupun di rumah secara mandiri.

Direktur RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang, dr Muhamad Fauzan, mengatakan, berdasarkan pedoman revisi keempat Kementerian Kesehatan, ODP (orang dalam pemantauan) dan OTG (orang tanpa gejala) yang terkonfirmasi positif corona, bisa menjalani karantina mandiri di rumah maupun di balai diklat, selama yang bersangkutan tidak memiliki keluhan atau gejala sakit.

BREAKING NEWS: Disorot Masyarakat, Kepala Dinas Positif Covid-19 Akhirnya Dibawa ke Balai Karantina

"Boleh itu mereka di karantina di rumah, kan tidak memiliki keluhan sakit. Di masyarakat menganggapnya semua yang terkonformasi positif harus dikarantina di balai diklat yang disediakan. Padahal bisa di lakukan di rumah tapi harus dijamin bahwa itu benar-benar karantina, tidak bertemu siapapun dan menjalani prosedur kesehatannya," kata dr Fauzan, Jumat (22/5/2020).

Berbeda dengan PDP (Pasien dalam pengawasan) sedang hingga berat yang terkonfirmasi positif, menurut Fauzan, mereka harus menjalani isolasi di rumah sakit karena kondisinya mengalami keluhan. Fauzan menuturkan, sama halnya dengan kasus kepala dinas di Pemkot Pangkalpinang yang terkonfirmasi positif corona, mr. A tersebut ditularkan melalui transmisi lokal dan termasuk OTG (orang tanpa gejala).

"Di masyarakat beredar kalau mr. A kepala dinas itu sudah berkeliaran, padahal dia setelah swab diambil pada pekan lalu, sudah menjalani karantina mandiri sampai hasil swabnya keluar. Dia juga tidak ada gejala dan sakit, jadi boleh saja kalau di rumah. Hanya saja masyarakat menganggapnya berbeda," pungkas Fauzan.

Dia menuturkan, masyarakat tidak perlu khawatir berlebih terhadap keberadaan pasien positif ini. Mereka akan selalu dipantau oleh tim gugus tugas dan dievaluasi mengenai perkembangannya. Mengenai kasus mr A, Fauzan menyebut, gugus tugas sudah melakukan tracing dan swab ke sejumlah orang terdekatnya, seperti rekan kerja dan keluarga. Saat ini mr A sudah menjalani karantina di balai diklat BKPSDMD Bangka Belitung.

"Tadi malam beliau masuk ke balai diklat, permintaannya mau di sana tidak di LPMP karena ada keluarga yang bertugas di sana. Kami harap sekali masyarakat jangan anggapnya positif itu berbahaya dan harus karantina dijauhkan. Selama dia karantina mandiri di rumah pun sesuai dengan arahan, itu boleh saja. Kemudian mr A menjalani karantina di diklat ini pun agar tidak menimbulkan gejolak di masyarakat," imbuhnya.

Fauzan menuturkan, gugus tugas juga sudah mengambil swab ulang kepada kepala dinas berusia 55 tahun itu. Semula pelacakan terhadap penularan mr A diduga dari Kepala Dinkes PPKB Pangkalpinang yang diisukan positif corona, namun hasil Labkesda Palembang menyatakan Kadinkes tersebut negatif sehingga tidak bisa dikaitkan antara mr A dengan Kadinkes karena hasilnya berbeda.

Lanjutnya, tim gugus tugas akan melacak dan merunutkan kluster penyebaran terhadap mr A yang sudah terjadi secara transmisi lokal tersebut.

(bangkapos.com/irakurniati)

Penulis: Ira Kurniati
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved