33 Perusahaan dan Institusi China Masuk Daftar Hitam Amerika Serikat Terkait Uighur

Pemerintah Amerika Serikat menjatuhkan sanksi pada 33 perusahaan dan institusi China dan memasukkannya dalam daftar hitam ekonomi, Jumat (22/5/2020).

Aljazeera
Terbaru 33 Perusahaan dan Institusi China Masuk Daftar Hitam Amerika terkait Uighur, Ini Daftarnya . Warga muslim keturunan Uighur di Xianjiang. 

BANGKAPOS.COM - Pemerintah Amerika Serikat menjatuhkan sanksi pada 33 perusahaan dan institusi China dan memasukkannya dalam daftar hitam ekonomi, Jumat (22/5/2020). 

Dua lusin lembaga pemerintah dan perusahaan China, termasuk raksasa perangkat lunak Qihoo 360 Technology, ditempatkan pada daftar pertama untuk "mendukung pengadaan barang-barang untuk penggunaan akhir militer di China," menurut pernyataan 22 Mei oleh Departemen Perdagangan AS.

Institut Ilmu Forensik di bawah Kementerian Keamanan Publik Tiongkok, dan delapan perusahaan ditambahkan ke daftar kedua dengan akses terbatas ke teknologi AS karena mereka “terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia dan pelanggaran yang dilakukan dalam kampanye penindasan yang dilakukan oleh China dalam penahanan sewenang-wenang secara massal, kerja paksa dan pengawasan teknologi tinggi terhadap warga Uighur, ” menurut pernyataan kedua oleh Biro Industri dan Keamanan (BIS) Departemen Perdagangan.

Daftar sembilan yang kedua ini melengkapi sanksi BIS Oktober 2019 pada 28 entitas untuk tuduhan yang sama.

Pemerintah Amerika menyebut tujuh entitas komersial yang memungkinkan pengawasan teknologi tinggi yang dilakukan oleh China.

Departemen Perdagangan Amerika juga menambahkan 24 organisasi pemerintah dan komersial ke dalam daftar hitam itu karena mendukung pengadaan barang-barang untuk digunakan oleh militer China.

"Penambahan baru ke Daftar Entitas menunjukkan komitmen kami untuk mencegah penggunaan komoditas dan teknologi AS dalam kegiatan yang merusak kepentingan kami," kata Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross dalam sebuah pernyataan.

Massa aksi mengecam Pemerintah Tiongkok di Jalan Walikota mengakibatkan beberapa ruas jalan terpaksa dialihkan.
Massa aksi mengecam Pemerintah Tiongkok di Jalan Walikota mengakibatkan beberapa ruas jalan terpaksa dialihkan. (TRIBUN MEDAN/M ANDIMAZ KAHFI)

Bagi banyak perusahaan dan institusi yang terkena sanksi ini, akses ke teknologi AS dan melakukan bisnis dengan perusahaan AS sangat penting dalam operasi mereka, dan dimasukkannya mereka dalam daftar entitas mempersulit mereka untuk menerima lisensi ekspor untuk perangkat lunak dan perangkat keras AS.

Langkah terbaru Washington kemungkinan akan membuat marah Beijing pada saat hubungan antara dua ekonomi terbesar dunia sudah penuh dengan ketegangan perang dagang AS-China.

Qihoo 360, yang berbasis di ibu kota China, adalah raksasa teknologi paling awal dan terbesar di Tiongkok, yang dikenal dengan perangkat lunak antivirus dan peramban webnya.

Halaman
12
Penulis: tidakada002
Editor: ediyusmanto
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved