Idul Fitri 1441 H

Bacaan Takbir Idul Fitri 1441 H Singkat dan Lengkap

Hari ini Minggu 24 Mei 2020, Umat Islam di seluruh dunia termasuk Indonesia merayakan Idul Fitri 1441 Hijriah. Berikut bacaan takbir Idul Fitri.

Tribun Jateng
Idul Fitri 1441 H 

BANGKAPOS.COM -  Hari ini Minggu 24 Mei 2020, Umat Islam di seluruh dunia termasuk Indonesia merayakan Idul Fitri 1441 Hijriah, setelah satu bulan penuh menjalankan ibadah puasa.

Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, Idul Fitri kali ini diperingati secara sederhana tanpa ada perayaan atau takbiran keliling.

Pasalnya, acara-acara yang berpotensi mengundang kerumunan massa ditiadakan guna memutus laju penyebaran virus corona di Indonesia.

//

Kendati demikian, umat Islam tak perlu khawatir tak bisa menghidupkan malam Idul Fitri. Sebab, hal itu bisa dilakukan di mana pun, termasuk di rumah.

Lantas, bagaimana hukum menghidupkan malam Idul Fitri?

Dalam laman resminya, Lembaga Fatwa Mesir mengatakan, disunahkan bagi umat Islam untuk menghidupkan malam Idul Fitri dengan berbagai kegiatan ibadah.

Kegiatan ibadah yang bisa dilakukan adalah zikir, shalat, membaca Al Quran, membaca takbir, tasbih, istighfar, dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Hal itu didasarkan atas hadis berikut:

"Barangsiapa yang qiyamul lail (menghidupkan malam) pada dua malam hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha) karena Allah demi mengharap ridha-Nya, maka hatinya tidak akan mati pada hari di mana hati manusia menjadi mati," (HR As-Syafi’i dan Ibn Majah).

Ilustrasi Hari Raya Idul Fitri.
Ilustrasi Hari Raya Idul Fitri. (GRAFIS TRIBUN PONTIANAK/ENRO)

Sibuk Cintai Urusan Dunia

Para ulama menafsiri 'matinya hati' dengan seseorang yang sibuk mencintai urusan dunia.

Beberapa ulama lain ada yang menafsirinya dengan kafir.

Terkait ibadah dalam menghidupkan malam Idul Fitri, para ulama salaf berpandapat bahwa dalam ukuran minimalis berupa shalat Isya dan Subuh secara berjemaah.

Meski memiliki kualitas dhaif, hadis tersebut boleh digunakan untuk mendorong orang agar bersemangat dalam beribadah.

Selain hadis di atas, pendapat senada juga disampaikan oleh Ibnu Najim dalam al-Bahr ar-Raiq:

"Termasuk di antara kesunahan adalah menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadhan, dua malam hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha), sepuluh malam Dzulhijjah, dan malam nisfu Sya'ban," kata Ibnu Najim.

Biasanya, umat Islam banyak menghidupkan malam Idul Fitri dengan mengumandangkan takbir di setiap masjid atau mushala, bahkan di jalan raya.

Hal itu sesuai dengan anjuran Rasulullah SAW:

Amalan Sunnah Sebelum Shalat Idul Fitri : Mandi, Memotong Kuku hingga Makan Sebelum Shalat Ied

"Perbanyaklah membaca takbiran pada malam hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha) karena dapat melebur dosa."

Berikut bacaan takbir secara singkat yang umum dikumandangkan:

Allahu akbar..Allahu akbar..Allahu akbar..la ilaha illallahu wallahu akbar..Allahu akbar walillahil hamd.

Ada juga yang menambahnya dengan bacaan takbir lebih lengkap berikut:

Allahu akbar kabira wal hamdu lillahi katsira wa subhanallahi bukrataw wa ashila, la ilaha illallah wa la na'budu illa iyyah, mukhlishina lahud din, walau karihal kafirun, walau karihal musyrikun, la ilaha illallahu wahdah, shadaqa wa'dah, wa nashara 'abdah, wa a'azza jundahu wa hazama al-ahzaba wahdah, la ilaha ilallallhu wallahu akbar, Allahu akbar wi lillahil hamd.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hukum Menghidupkan Malam Idul Fitri dan Lafal Takbiran"

//
 
 
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved