Virus Corona di Bangka Belitung

Beras Lokal Memasok 30 Persen Kebutuhan Masyarakat Kabupaten Bangka

Ketersediaan bahan pangan pokok khususnya beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Bangka

bangkapos.com/Edwardi
Kebun sayuran dan cabai percontohan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka 

BANGKAPOS.COM, BANGKA  -- Ketersediaan bahan pangan pokok khususnya beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Bangka pada sejak masa pandemi Covid-19 hingga saat ini cukup tersedia banyak.

Stok pangan pokok atau beras ini berasal dari 30 persen hasil produksi beras lokal dari sawah dan ladang petani lokal, sedangkan sisanya 70 persen merupakan pasokan beras dari para distributor dan Bulog yang membeli dari luar daerah.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka Elius Gani yang ditemui Bangkapos.com, Selasa (26/05/2020) di kantornya.

"Para petani padi sawah dan ladang di Kabupaten Bangka saat pandemi Covid-19 ini masih tetap melakukan aktivitas bertani seperti biasa karena memang itu sudah menjadi mata pencaharian mereka. Seperti sebelum bulan puasa lalu kita juga melaksanakan panen raya padi di Desa Pangkalniur Kecamatan Riau Silip dan saat ini mereka sudah menanami kembali sawah dan ladangnya dengan padi," kata Elius Gani.

Ditambahkannya jadi daerah-daerah yang menjadi sentra sawah untuk produksi beras lokal di Kabupaten Bangka saat ini tetap melakukan aktivitasnya menanam padi karena sudah masuk musim tanam.

"Memang pandemi Covid-19 ini berimbas dan berdampak bagi seluruh sektor, termasuk pertanian atau para petani dimana kita dalam melakukan pembinaan saat ini tidak bisa seperti yang dulu, seperti pertemuan kelompok dan penyuluhan yang mengumpulkan banyak orang, sehingga saat ini para penyuluh pertanian lapangan (PPL) saat ini langsung turun ke lokasi sawah masing-masing petani di lapangan," jelas Elius.

Diungkapkannya, untuk hasil produksi tanaman holtikultura seperti sayuran dan cabai pada saat menjelang Idul Fitri kemarin stoknya cukup banyak dan melimpah, sehingga harganya juga cukup murah dan tidak terlalu mahal.

" Menjelang lebaran kemarin harga produk pertanian lumayan stabil, hanya bawang merah saja yang harganya melonjak hingga Rp 55.000 per kg dan hal ini terjadi di seluruh Indonesia , kalau bawang merah memang bukan produk yang bisa dihasilkan secara lokal kita, kalau harga cabai kemarin di tingkat petani berkisaran antara Rp 13.000 hingga 15.000 per kg," ungkap Elius Gani.

Diakuinya untuk produksi cabai saat ini untuk kebutuhan masyarakat Kabupaten Bangka sudah bisa dipenuhi sendiri oleh para petani lokal , termasuk juga berbagai sayur mayur cukup banyak tersedia.

(Bangkapos.com/Edwardi)

Penulis: edwardi
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved