Breaking News:

Advertorial

Kemenkeu Cabut Sanksi Pemkab Babar, DAU Tertunda Senilai Rp 11 Miliar Akhirnya Cair

Pemerintah Kabupaten Bangka Barat menjadi salah satu daerah dari 380 Pemda seluruh Indonesia yang disanksi kementrian keuangan (Kemenkeu)

Ist
Kepala BPKAD Bangka Barat Abimanyu. 

BANGKAPOS.COM- Pemerintah Kabupaten Bangka Barat menjadi salah satu daerah dari 380 Pemda seluruh Indonesia yang disanksi kementrian keuangan (Kemenkeu) beberapa waktu lalu terkait penundaan transfer dana alokasi umum (DAU) senilai lebih kurang Rp 11 miliar.

Dalam Keputusan Menkeu bernomor 10/KM.7/2020 disebutkan daerah yang ditunda DAU-nya disebabkan oleh realokasi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2020 dalam rangka penanganan Covid-19 yang tidak dilaporkan secara lengkap dan benar sesuai Peraturan Menkeu No.35/2020 dan Surat Keputusan Bersama (SKB) Mendagri-Menkeu Nomor 119/2813/SJ dan 117/KMK.07/2020.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bangka Barat Abimanyu membenarkan ihwal sanksi tersebut namun saat ini sudah dicabut oleh Kemenkeu.

"Iya betul bahwa kita di Babar sebelumnya terkena penundaan 30 persen DAU, karena kita belum memenuhi ketentuan SKB menteri terkait refocusing anggaran dari APBD 2020 untuk penanganan virus korona (covid-19). Dimana waktu itu refocusing dana kita belum mencapai 50% belanja barang dan jasa serta belanja modal sehingga kita tertunda,” kata Abimanyu di Muntok, Selasa (26/5).

Namun, disampaikan Abimanyu, penundaan DAU tersebut tidak berlangsung lama, hanya butuh waktu sekitar 2 minggu untuk dilakukan refocusing kembali yang dilakukan pembahasan bersama pihak legislatif.

“Akhirnya kita dapat pemotongan refocusing dana dimana untuk belanja barang jasa sekitar 53% dan belanja modal 48%. Maka sesuai surat keputusan bersama (SKB) dilaporkan ke kementrian keuangan. Jadi pada tanggal 14 Mei kita laporkan kembali hasil refocusing kita, sehingga berdasarkan hasil verifikasi mereka, dinyatakan sudah memenuhi ketentuan makanya pada tanggal 20 Mei kemarin, kekurangan dana DAU yang ditunda 30% atau sekitar Rp 11 miliar itu akhirnya sudah disalurkan. Jadi ini sudah clear, sehingga bulan berikutnya sudah kembali normal,” tutup Abimanyu. (*)

Penulis: Iklan Bangkapos
Editor: khamelia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved