Breaking News:

Ribuan Warga Hong Kong Tolak UU Keamanan buatan China, Inggris dan Taiwan Siap Lakukan ini

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dikabarkan siap menerima pengungsi Hong Kong sebelum China menerapkan UU Keamanan Nasional yang membuat ribuan

Penulis: tidakada006 | Editor: Evan Saputra
scmp
Inggris dan Taiwan Siap Tampung Pengungsi Hong Kong yang Menolak UU Keamanan Nasional Buatan China . Polisi Hong Kong menembakkan gas air mata pada pengunjuk rasa, Minggu (24/5/2020) 

Ribuan Warga Hong Kong Tolak UU Keamanan buatan China, Inggris dan Taiwan Siap Lakukan ini

BANGKAPOS.COM- Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dikabarkan siap menerima pengungsi Hong Kong sebelum China menerapkan UU Keamanan Nasional yang membuat ribuan warga Hong Kong berunjukrasa.

Parlemen China (NPC) diperkirakan akan mengesahkan UU Keamanan Nasional Hong Kong, 28 Mei 2020, yang memungkin aparat China masuk ke Hong Kong apabila dibutuhkan.

Menurut laporan Express, Johnson mengadakan pertemuan di Chequers Court (rumah peristirahatan PM Inggris),  awal tahun ini, di mana ia mengatakan kepada menteri bahwa ia siap untuk menerima pengungsi dari Hong Kong.

Namun, laporan itu mengatakan tidak yakin apakah rencananya hanya mencakup 315.000 warga Hong Kong yang merupakan pemegang paspor Inggris di luar negeri atau seluruh populasi 7,5 juta orang di Hong Kong

Ribuan warga Hong Kong turun ke jalan menolak UU Keamanan buatan China (scmp)
Sebelumnya, Gubernur terakhir Hong Kong, Lord Chris Patten mengatakan China telah mengkhianati janjinya memberikan status wilayah semi-otonom dengan tingkat kebebasan yang tidak ditemukan di daratan.

"Apa yang kita lihat adalah kediktatoran baru Tiongkok," kata Chris Patten dalam sebuah wawancara dengan The Times of London.

"Saya pikir orang-orang Hong Kong telah dikhianati oleh China, yang telah membuktikan sekali lagi bahwa Anda tidak bisa mempercayainya lebih jauh."

Patten mengatakan pemerintah Inggris "harus memperjelas bahwa apa yang kita lihat adalah penghancuran total Deklarasi Bersama," sebuah dokumen hukum di mana bekas koloni Inggris dikembalikan ke China pada 1997 di bawah kerangka "satu negara, dua sistem" .

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen pada hari Minggu (24/5/2020), mengindikasikan akan memberikan "bantuan yang diperlukan" kepada para aktivis Hong Kong jika China mengesahkan Undang-undang Keamanan Hong Kong.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved