Berita Pangkalpinang

Marwan Jafar : Dukung "Era Normal Baru" Berdisipin Ala Militer dan Perubahan Sistemik

Keinginan kuat pemerintah untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan roda ekonomi yang harus beranjak bergerak dan upaya sekuat tenaga

Ist/Tribunnews
Anggota Komisi VI DPR RI Marwan Jafar 

BANGKAPOS.COM, BANGKA --Mencemati perkembangan penanganan Covid 19, saya melihat keinginan kuat pemerintah untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan roda ekonomi yang harus beranjak bergerak dan upaya sekuat tenaga untuk menangani penyebaran Covid 19 dengan segala sumber daya yang dimiliki negara dengan tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat dan efektif.

Istilah sederhana yang sudah sering saya katakan adalah menyeimbangkan antara madzhab ekonomi dan madzhab keselamatan.

Syahdan, meski orang yg terserang Covid 19 masih cukup tinggi, apalagi jika dilakukan rapid test secara massal atau test PCR secara massif dan meluas dengan sebaran yang merata di seluruh tanah air kemungkinan besar akan kelihatan seberapa besar orang yang terserang Covid 19 itu, termasuk mana-mana daerah yg bener-bener masuk zona merah, kuning, dan hijau, dan sekaligus untuk menjawab keraguan banyak pihak akan data yang dikeluarKan oleh Otoritas yg menangani Covid 19.

Sayangnya, instruksi presiden untuk mengadakan tes massal minimal 10 ribu per-hari belum terlaksana—-dan seharusnya kita dukung sepenuhnya jauh-jauh hari kemarin. Instruksi presiden harus kita dukung dan harus kita buktikan.

Kementerian dan Lembaga serta Otoritas yang menangani Covid 19 harus bahu-membahu, bersinergi, berkoordinasi, dan berkolaborasi untuk mewujudkan itu, apalagi sebelum diberlakukan “Era New Normal”, termasuk persiapan lainnya. Jika sampai saat ini belum terbukti, berarti memang ada yang perlu dievaluasi secara mendetail, menyeluruh, dan mencari solusi-solusi yang cepat dan tepat.

Nah, sekarang pemerintah ingin memberlakukan apa yang disebut “The New Normal”, dan secara pelan sudah disosialisasikan, termasuk tahapan-tahapannya.

"Saya lebih enak menyebut “ Era Normal Baru”, dengan bahasa yang lebih mudah dipahami masyarakat luas. Maklum, saya orang kampung, orang desa.

Dengan Bahasa yang ke-Barat-barat-an, menurut hemat saya, rakyat kita yang ada di seluruh pelosok tanah air, terutama yang hidup di kampung-kampung, di desa-desa, di dareah-daerah pinggiran, dan sebagainya, belum paham dengan bahasa yang ke-Inggris-inggris-itu.

Ini bukan berarti meremehkan saudara- saudara kita tersebut, tetapi saya berharap para pejabat kita menggunakan bahasa yang mudah dicerna dan dipahami rakyat kebanyakan.

Gunakanlah komunikasi publik yang memudahkan, mengena, dan tepat sasaran. Malahan saya mengusulkan menggunakan bahasa yang lebih sederhana :

Halaman
123
Penulis: Ismed Hasanuddin
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved