WIKI BANGKA

Mengenal 55 Chevy, Hotwheels Keluaran Pertama Jadi Buruan Kolektor

Bagi pecinta maianan tentu sudah tak asing lagi dengan hotwheels, mainan mobil-mobilan yang sudah terkenal seantero dunia

Ist/Robby
Robby dengan ribuan koleksi Diecast miliknya. 

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Bagi pecinta maianan tentu sudah tak asing lagi dengan hotwheels, mainan mobil-mobilan yang sudah terkenal seantero dunia dan diburu para kolektor,  di mana mainan ini lebih dikenal dengan istilah diecast.

Satu diantara diecaster atau sebutan bagi pecinta diecast asal Kota Koba Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), Robby adalah satu diantara diecaster yang memiliki hotwheels keluaran pertama yakni 55 Chevy, yang merupakan keluaran pabrikan Hongkong tahun 1982.

Ia mengatakan sudah mendapatkan diecast tersebut sekitar satu tahun tersebut hasil mengikuti lelang diecast di facebook.

Diakui Robby, awalnya  tidak mengetahui bahwa itu adalah keluaran pertama dan berasal dari pabrikan Hongkong.

Dikarenakan pabrikan Hongkong tersebut hanya memproduksi dalam satu tahun, dan untuk selanjutnya pindah ke Malaysia, sehingga semakin eksklusiflah mereka yang memiliki diecast keluaran pabrikan Hongkong tahun 1982 tersebut.

"Di Indonesia ini penggemar 55 Chevy ini tidak sedikit, jadi saya pas lelang kemarin ga terlalu berambisi, karena saingan pasti banyak," ungka Robby.

Robby mengatakan ada istilah "Sniper" dalam lelang hotwheels, yang mana mereka yang disebut Sniper ini adalah para peserta lelang yang menunggu bid lelang di detik-detik terakhir, dan itu jumlah snipernya banyak.

55 Chevy yang merupakan Hotwheels keluaran pertama yang dimiliki oleh Robby.
55 Chevy yang merupakan Hotwheels keluaran pertama yang dimiliki oleh Robby. (Bangkapos.com/Muhammad Rizki)

Pada saat akhir lelang yang pada saat itu selesai pukul 21.00 WIB, semua sniper beraksi melakukan bid di detik-detik akhir, sehingga membuat adrenaline para peserta lelang berpacu untuk mendapatkan seri pertama diecast tersebut. Sampai akhirnya tawaran Robby lah yang keluar sebagai pemenang lelang.

"Bagi saya ini ada suatu kebanggaan tersendiri, karena ga banyak orang lain yang punya, ditambah lagi ya sejarah bahwa ketika tahun 1982 ini hotwheels (Mattel company) adalah tahun terakhir cetak di Hongkong, sebelum pindah ke Malaysia, jadi untuk 55 Chevy - first edition ni base cap "Made in Hongkong" cuma setu tahun itulah," jelasnya.

Tak ingin menyesal seumur hidup Robby mengatakan bahwa ia tidak akan menjual koleksi langka tersebut, baginya uang bisa dicari tapi barang langkah seperti diecast miliknya akan sangat susah ditemui.

Diakui Robby, sebenarnya setiap mobil hotwheels ini pasti selalu ada cerita bagi pecintanya, dan perusahaan Hotwheels ini tau trik dagang, sehingga mereka selalu membuat warna dan decal/tampo beda di tiap tahunnya

Jadi misal ada kolektor baru, mau fokus ke sebuah mobil, mereka pasti mengejar semua varian mulai dari edisi pertama sampai yang terbaru, dan itu akan mengeluarkan dana yang tidak sedikit, dikarenakan setiap tahun harga Hotwheels ini cenderung naik. (Bangkapos.com/Muhammad Rizki)

Penulis: Muhammad Rizki
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved