Breaking News:

CERITA Novel Baswedan ke Aa Gym Dibisiki Anak Muda Soal Ini, hingga Sindiran Tentang Dosa

Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, membagikan ceritanya kepada KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym.

twitter @aagym
Perbincangan antara Novel Baswedan dengan KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym lewat teleconference pada Rabu (27/5/2020). 

Johan Arif Martua Maruarar Hutauruk, dokter mata dari Rumah Sakit Mata JEC mengatakan, mata kiri Novel Baswedan hampir tidak dapat melihat dan hanya bisa melihat cahaya.

Sedangkan mata kanan, kata dia, hanya dapat melihat sebesar 20 persen dari penglihatan normal 100 persen.

Ini berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan Johan kepada Novel Baswedan pada 9 Maret 2020.

Johan berkoordinasi dengan dokter mata di rumah sakit di Singapura yang selama ini menangani Novel Baswedan.

“Mata kiri 0. Mata kanan 0,2 atau 20 persen,” kata Johan, saat bersaksi di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Selasa (26/5/2020).

Sidang disiarkan melalui aplikasi Youtube.

Novel Baswedan menjalani pengobatan di Singapura sejak 12 April 2017, atau satu hari setelah menjadi korban penyiraman air keras.

Menurut Johan, upaya pemindahan Novel Baswedan ke Singapura karena keinginan pihak keluarga.

Selain itu, kata dia, di Indonesia tidak mempunyai fasilitas untuk melakukan donor kornea.

“Kami tidak mempunyai fasilitas itu."

"Donor kornea harusnya, karena tidak punya, tidak mungkin memaksa orang ke luar negeri."

"Kalau keluarga meminta saya bersyukur juga."

"Di Singapura donor mata selalu ada,” ujarnya.

Untuk pengobatan mata di Indonesia, Johan adalah dokter yang bertanggung jawab menangani Novel Baswedan.

Selama tiga tahun terakhir, dia selalu berkomunikasi dengan dokter mata di Singapura.

Halaman
1234
Penulis: tidakada002
Editor: Edi Yusmanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved