New Normal di Bangka Belitung

Dewan Pendidikan Bangka Belitung Dukung Langkah Pemerintah Adaptasi New Normal di Sekolah

Dewan Pendidikan memberikan pendapat terkait akan kembali beraktivitasnya sekolah di Provinsi Bangka Belitung, pada 13 Juli 2020 mendatang.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ilustrasi- Siswa sekolah dasar negeri 002 Ranai melakukan aktivitas belajar menggunakan masker di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Indonesia, Selasa (4/2/2020). Bulan Juli, murid sekolah akan kembali masuk sekolah seperti sebelum masa pandemi corona. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sekretaris Dewan Pendidikan Babel, Ibrahim memberikan pendapat terkait akan kembali beraktivitasnya sekolah di Provinsi Bangka Belitung, pada 13 Juli 2020 mendatang.

Menurutnya kebijakan normalisasi secara bertahap penyelenggaraan pendidikan sekurang-kurangnya harus ditopang oleh tiga pilar utama. 

"Pertama adalah formulasi kebijakan yang sensitif pada protokol kesehatan. Arah baru tatatan new normal harus dilaksanakan dengan dukungan sarana dan prasarana melalui refocusing anggaran yang terencana,"kata Ibrahim kepada bangkapos.com, Kamis (28/5/2020).

Kedua, perubahan mindset tidak hanya guru dan pihak sekolah, tapi juga murid dan orangtua. 

"Edukasi dalam hal ini memegang peranan penting mendorong kepedulian pada kesehatan harus diupayakan bersama, tanpanya normalisasi akan mengalami tantangan berat,"jelasnya.

Selain itu, menurutnya perubahan konten dan konteks pendidikan yang kiranya mendesak, selama pandemi covid.

"Kita kehilangan cukup banyak waktu dan konten, karenanya harus ada proses perubahan secara cepat untuk mendorong akselerasi target pendidikan tetap berjalan,"ujarnya.

Dewan pendidikan mendukung langkah pemerintah untuk melalukan adaptasi pada kebijakan new normal, tetapi dengan syarat bahwa tiga pilar di atas menjadi kerangka penting untuk mencegah proses ini berjalan dengan lancar. 

"Tentu kita memahami bahwa tidak mudah bagi pemerintah mengambil kebijakan untuk normalisasi tahapan aktivitas pendidikan kita, tapi kita juga paham bahwa implikasi dari status quo saat ini mungkin akan lebih luas,"ujarnya.

Ia menambahkan kebutuhan yang diperlukan sekarang adalah kepedulian bersama. 

"Saling mengingatkan, saling menguatkan dan berkontribusi dengan cara kita masing-masing akan menjadi garansi bahwa proses ini bisa kite lewati bersama. Abai, cuek, menganggap tak akan terinfeksi, dan perilaku tak sensitif lainnya hanya akan memperpanjang penyebaran mata rantai Covid,"harapnya

(Bangkapos.com/Riki Pratama)
 

Penulis: Riki Pratama
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved