Berita Pangkalpinang

Ditangkap Ditempat Judi, Dua Terdakwa Ini Dituntut Tujuh Tahun Penjara

Selain itu dalam sidang yang sama terdakwa Reza juga mengatakan, saat penggerebekan ditemukan narkotika jenis sabu-sabu di dalam tas Fajar.

bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Sidang terdakwa Reza dan Fajar yang digelar di Pengadilan Negeri Kota Pangkalpinang, Kamis (28/05/2020) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Terdakwa Reza dan Fajar dituntut tujuh tahun penjara dan denda Rp 800 juta, oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Kota Pangkalpinang, Kamis (28/05/2020).

Kedua terdakwa tersebut ditangkap atas kepemilikan narkotika jenis sabu-sabu pada Kamis (13/02/2020), di tempat permainan judi mesin Green Zone di Jalan Basuki Rachmad, Kecamatan Girimaya, Kota Pangkalpinang.

Satu paket narkotika jenis sabu-sabu dengan berat 1,6 gram pun, dijadikan sebagai barang bukti kedua terdakwa di persidangan.

Sebelumnya dalam sidang keterangan terdakwa, dihadapan majelis hakim terdakwa Fajar mengaku menggunakannya sebagai doping saat bekerja.

"Saya beli Rp 2 juta sabtu itu buat doping karena takut salah kasih kembalikan uang, ya takut aja karena kerja dari pukul 01.00 sampai pukul 03.00 subuh," tutur terdakwa Fajar dalam sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa, Senin (18/05/2020).

Lebih lanjut terdakwa Fajar juga mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari terdakwa Reza.

"Itu barang buat kerja aja, rencana sabu dibayar saat saya gajian. Reza cuma perantara saja, Reza yang ngajak ke belakang lalu dia ngasih kotak rokok isi barang itu," terangnya.

Selain itu dalam sidang yang sama terdakwa Reza juga mengatakan, saat penggerebekan ditemukan narkotika jenis sabu-sabu di dalam tas Fajar.

"Di saya gak ditemukan, di fajar ada ditemukan barang di tas. Di dalam tas ditemukan sabu didalam kotak rokok. Sabu itu milik Fajar, dapat sabu itu dari saya tapi dia pesannya siang," tutur terdakwa Reza.

Diakui terdakwa Reza barang haram tersebut diperoleh darinya, yang didapat dari Cecep (DPO). Selanjutnya terdakwa Reza mengaku, hanya berperan sebagai perantara tanpa ada keuntungan dalam transaksi tersebut

"Fajar minta tolong kesaya minta barang itu, waktu itu kami ada mesen juga ke Cecep. Pesen sesuai permintaan Fajar, kalau tentang pembayaran saya gak tau. Barang itu diletakan di dapur Green Zone. Keuntungan saya gak ada, cuma diminta tolong sama Fajar," jelasnya.

Sementara Itu usai mendengarkan tuntutan dari JPU, sidang pun ditutup dan dilanjutkan pada Selasa (02/06/2020) dengan agenda pembacaan pledoi secara tertulis.

(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved