Virus Corona di Bangka Belitung

Rapid Test Reaktif Belum Memastikan Seseorang Mengidap Covid-19, Begini Penjelasan Dokter Paru

Hasil rapid test Covid-19 yang reaktif belum memastikan seseorang mengidap Covid-19 harus ditindaklanjuti dengan swab PCR untuk memastikan diagnosis.

Istimewa/Dok Tim Gugus Tugas Covid-19 Pangkalpinang
Tim Gugus Tugas Covid-19 Pangkalpinang melakukan rapid test massal terhadap 77 warga di Kelurahan Gedung Nasional, Pangkalpinang, Rabu (27/5/2020). 

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Dokter Spesialis Paru Rumah Sakit Umum Daerah Depati Hamzah Pangkalpinang, dr Adi Rosadi, mengatakan, hasil rapid test Covid-19 yang reaktif belum memastikan seseorang mengidap Covid-19 harus ditindaklanjuti dengan swab PCR untuk memastikan diagnosis.

"Tetapi hasil rapid test reaktif tetap harus dicurigai kuat mengidap Covid-19 sehingga harus segera diisolasi di Badan Diklat atau LPMP bila dalam keadaan sehat, atau isolasi mandiri di rumah," kata Adi kepada Bangkapos.com,  Kamis (28/05/2020).

Dia menyebutkan, sebenarnya kalau langsung diswab PCR itu lebih baik dan tidak perlu pemeriksaan rapid test lagi karena pemeriksaan swab PCR hasilnya lebih valid dan memastikan diagnosis Covid-19.

"Hasil rapid test yang positif tetapi sebenarnya seseorang tersebut terinfeksi oleh virus yang jenisnya bukan SARS-CoV-2 maka ada baiknya rapid test ini dilakukan 2 kali dengan selang waktu 7-10 hari," jelasnya

Menurutnya, bila hasilnya positif/reaktif pada pemeriksaan pertama maka orang tersebut harus menjalani program isolasi kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan swab hidung dan tenggorokan dan serta dahak untuk pemeriksaan PCR untuk memastikan apakah terkonfirmasi Covid-19 atau virus lain (positif palsu).

20 Orang Jalani Rapid Test Kluster Bangladesh

Ilustrasi pemeriksaan rapid test
Ilustrasi pemeriksaan rapid test (Bangkapos.com/Ira Kurniati)

Tim Gugus Tugas Covid-19 Pangkalpinang melakukan pemeriksaan rapid test terhadap sejumlah orang yang kontak dengan pasien positif kluster Bangladesh. Sekitar 20 orang mengikuti rapid test di posko tim gerak cepat, Kamis (28/5/2020).

Wakil Ketua Gugus Tugas Covid-19 Pangkalpinang, dr Masagus Hakim, mengatakan, untuk skrining awal penyebaran dari kluster Bangladesh itu dilakukan rapid test.

Hasil pemeriksaan ini baru diketahui beberapa jam setelahnya karena dikumpulkan secara kolektif.

Dia menuturkan, rapid test yang menunjukkan reaktif atau positif akan diperiksa swab untuk memastikan lebih dalam penularan Covid-19 ini.

Halaman
12
Penulis: Andini Dwi Hasanah
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved