Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Dindikbud Pangkalpinang Belum Putuskan Kegiatan Belajar Mengajar Kembali Normal

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang belum memutuskan kegiatan belajar mengajar untuk jenjang SD dan SMP kembali normal

Penulis: | Editor: Ardhina Trisila Sakti
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ilustrasi - Siswa sekolah dasar negeri 002 Ranai melakukan aktivitas belajar menggunakan masker di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Indonesia, Selasa (4/2/2020). Bulan Juli, murid sekolah akan kembali masuk sekolah seperti sebelum masa pandemi corona. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang belum memutuskan kegiatan belajar mengajar untuk jenjang SD dan SMP kembali normal dilakukan di sekolah.

Plt. Kepala Dindikbud Pangkalpinang, Eddy Supriadi menyatakan belum ada petunjuk teknia dari pemerintah pusat mengenai kebijakan pembelajaran secara normal.

Pihaknya masih menggunakan Permendikbud nomor 15 D. Eddy mengatakan mengacu pada kalender akademik pada 13 Juli mendatang merupakan tahun ajaran baru.

Namun hingga saat ini belum ada keputusan final terkait kegiatan belajar mengajar secara normal.

"Kami masih menunggu Kemendikbud l. BNPB mengeluarkan masa darurat Covid-19 sampai 29 Mei hari ini. Nah kami masih menunggu keputusan itu juga dari pemerintah pusat," tutur Eddy, Jumat (29/5/2020).

Dia mengatakan pihaknya memahami keadaan masyarakay yang resah, bosan bahkan jenuh dengan kondisi saat ini.

Apalagi belajar dari rumah sudah berlangsung sejak tiga bulan terakhir. Namun persoalan Covid-19 menurutnya, bukan hanya dihadapi Indonesia melainkan dunia.

"Kami harap masyarakat tenang dan sabar menghadapi situasi ini. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ada keputusan terbaik. Kami berusaha merancang formula dan KBM (kegiatan belajar mengajar) terbaik buat anak-anak didik dan kepentingan masyarakat," sambungnya.

Menurutnya yang saat ini harus tekun dilakukan masyarakat yakni melakukan pola hidup sehat, menjaga kebugaran tubuh dan memaksimalkan belajar mandjri melalui berbagai media daring maupun buku-buki pelajaran.

Dia juga berharap orangtua murid dapat meluangkan waktu untuk membimbing anak-anak belajar di situasi saat ini.

"Kalau keadaan berlanjut kami akan mengkaji, merancang dan memaksimalkan guru-guru terjadwal untuk mengajar door to door ke RW/RT dengan protokol kesehatan dalam KBM," tutup Eddy.

(bangkapos.com/Ira Kurniati)

Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved