Virus Corona

Era Normal Baru, Momentum Menjanjikan untuk Perubahan

Pandemi covid-19 yang menimpa bangsa-bangsa di dunia, termasuk Indonesia, menjadi momentum berharga untuk menata ulang dan melakukan perubahan

Kompas.com
Marwan Jafar 

BANGKAPOS.COM -- Untuk menjadi bangsa yang maju, tercerahkan, unggul, tahan banting, kompetitif dan mampu bersaing di level global, memang bermuara dari sebuah orde atau zaman yang ditempa dengan berbagai musibah, bencana, wabah atau pandemi, baik alam maupun non alam.

Ini juga termasuk krisis, baik ekonomi, sosial, hankam dan bahkan krisis politik atau distrust antara masyarakat dengan kelompok, masyarakat dengan lembaga pemerintahan dan masyarakat dengan pemerintah dan bahkan terjadinya gerakan revolusi sosial dan politik.

"Dari situlah akan muncul apa yang disebut sebagai transisi menuju tatanan sosial baru atau New Social Order dalam kerangka menjadikan bangsa lebih maju, modern, kompetitif, dan beradab", demikian kata Marwan Jafar di Jakarta, (29/5/2020).

Menurut legislator PKB ini, adanya pandemi covid-19 yang menimpa bangsa-bangsa di dunia, termasuk Indonesia, menjadi momentum berharga untuk menata ulang dan melakukan perubahan seluruh tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara secara mendasar, elementer, fundamental, strategis dan visioner dalam berbagai bidang berikut ini:

1). Bidang Sosial.
Pandemi covid-19, terbukti memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya memupuk dan menguatkan nilai-nilai sosial di tengah masyarakat, baik aspek solidaritas sosial, kegotong-royongan dan empati antar sesama warga bangsa. Ini adalah momentum menjanjikan yang terus kita pupuk bersama.

2). Reformasi Birokrasi
Reformasi birokrasi pemerintah yang seolah-olah menjadi "mantra" selama berpuluh-puluh tahun dituntut lebih proaktif, responsif, melayani dan bukan dilayani, efektif, tidak bertele-tele, tidak berantai-rantai, efisien dan tidak saling tumpang-tindih, tidak menjadi hegemoni tersendiri sekaligus tidak menjadi "kekuatan politik" tersendiri.

"Oleh karena itu, kita harus berani melakukan perubahan secara radikal, elementer, fundamental, mengevaluasi dan menata ulang total birokrasi kita menuju birokrasi yang responsif-solutif, akomodatif, visioner, dan bukan membebani serta menjadi “benalu” bagi negara", tandas mantan Menteri Desa, PDTT ini.
Keberanian menata ulang secara total birokrasi pada masa “era tatanan baru” tentu menjadi momentum menjanjikan menuju tatanan sosial yang lebih beradab dan berbudaya, serta terwujudnya birokrasi yang produktif dan responsif.

3). Bidang Kesehatan
Bidang kesehatan menjadi leading sector di masa pandemi covid-19. Pandemi ini harus menjadi momentum berharga bagi pemerintah dan stakeholder terkait untuk melakukan langkah-langkah antisipatif terkait hal-hal berikut :

a). Pembenahan sarana dan prasarana atau infrastruktur kesehatan, rumah sakit-rumah sakit rujukan yang memadai yang memiliki standard pelayanan internasional/WHO yang nyaman dan menyenangkan, fasilitas penunjang yang bersih dan aman, peralatan medis dan laboratorium yang berbasis high technology, para dokter spesialis, khususnya epidemiologi, paru dan spesialis pandemi covid-19 yang handal, profesional dan ramah.

Berbagai sarana dan peralatan medis, khususnya APD, laboratorium yang memadai dan moderen juga penting untuk menunjang pelayanan prima bagi para pasien dengan standard internasional/WHO sehingga tidak kedodoran, tidak kaget manakala terkait pandemi serupa dan tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat. Masing-masing pasien sesuai penyakit yang diderita pun harus diberikan ruang klaster sendiri-sendiri, baik covid-19, diabetes, jantung, stroke, dan sebagainya.

Halaman
1234
Penulis: Ismed Hasanuddin
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved