Berita Bangka Tengah

Gratiskan Pendidikan di Ponpes Bagi Anak Tidak Mampu, Hasib: Jangan Sampai Ada Anak Tidak Sekolah

Tidak untuk memperkaya diri atau merambah dunia bisnis, Ponpes yang terletak di Gang Selma, Desa Jeruk, Kabupaten Bangka Tengah

bangkapos.com/Muhammad Rizki
Ponpes Roudlotul Hidayah milik Hasib Syafi'ie yang menggratiskan biaya sekolah bagi anak yang tidak mampu -- 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Enam tahun silam, Hasib Syafi'ie menerima tujuh orang santri pertamanya di Pondok Pesantren (Ponpes) Roudlotul Hidayah yang menjadi cikal bakal ratusan santri yang bermukim dan menimba ilmu di Ponpes tersebut.

Tidak untuk memperkaya diri atau merambah dunia bisnis, Ponpes yang terletak di Gang Selma, Desa Jeruk, Kabupaten Bangka Tengah tersebut ia dirikan pertama kali dikarenakan banyaknya santri yang menginap dan untuk menolong orang tua santri yang tidak mampu menyekolahkan anaknya dikarenakan keterbatasan biaya.

Berbekal ilmu yang ia miliki ditambah keyakinan akan pertolongan Allah SWT, lulusan Ponpes Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan Madura ini, mulai mengajar tujuh orang santri tersebut di Ponpes miliknya yang masih seadanya.

"Dulu waktu saya masih ngajar di beberapa Ponpes disini, saya  juga jualan sayur-sayuran,di saat jualan ataupun di kebun ada teman mengadu katanya ia tidak bisa menyekolahkan anaknya karena terkendala biaya, dari sana saya mulai berpikir untuk mendirikan Ponpes, agar jangan sampai ada anak-anak yang kurang mampu tidak bersekolah dan tidak belajar agama," ujar Hasib syafi'ie

Sedikit demi sedikit selama enam tahun Hasib membangun Ponpesnya melalui dana pribadi dan sumbangan dari beberapa donatur yang ia sendiri pun mengaku banyak tidak mengenal para donatur tersebut.

ia juga mengaku dirinya tidak pernah mengirimkan proposal bantuan kepada siapa pun. Sehingga berdirinya Ponpes ini murni hasil hasil dananya sendiri dan beberapa donatur, kecuali satu bangunan kelas yang sempat dibantu oleh pemerintah.

Hasib syafi'ie mengatakan bahwa ia memegang teguh nasihat dari gurunya RKH Fakhrillah Aschal bahwa Ponpes itu tidak boleh dijadikan ladang bisnis untuk memperkaya diri sendiri, sehingga berapa pun santri yang dititipkan oleh Allah di Ponpes tersebut harus mendapatkan pendidikan yang baik.

"Dan yakinlah jika kita memiliki niat baik, maka Allah pasti bantu," ujarnya menirukan nasihat gurunya.

Saat ini jumlah alumni ponpes miliknya sudah mencapai 200 lebih ,mulai tahun di izinkan oprsional, sampai tahun sekarang.

Saat ini lebih dari 50 persen santri yang bermukim di ponpes miliknya berasal dari keluarga yang tidak mampu, sehingga ia memberikan pendidikan gratis tanpa biaya sepeser pun kepada santri yang kurang mampu tersebut.

Sedangkan untuk santri yang mampu berkewajiban untuk membayar uang SPP sebesar Rp 400 ribu perbulan, yang mana uang tersebut sudah mencakup biaya belajar mengajar, asrama, dan makan minum santri.

Ia mengatakan tidak ada persyaratan khusus bagi mereka yang tidak mampu untuk belajar di Ponpes miliknya, cukup datang dan berkonsultasi dengan beliau, maka pintu Ponpes miliknya pun terbuka lebar bagi santri tersebut untuk belajar.

Sampai saat ini santrinya berasal dari berbagai daerah di Pulau Bangka, bahkan ada santrinya yang berasal dari Provinsi Lampung. Ia juga berpesan bagi siapapun yang memiliki anak, kenalan, atau saudara yang tidak bisa menyekolahkan anaknya dikarenakan tidak mampu atas biaya, maka di mempersilahkan konsutasi ke Ponpes miliknya.

"Berapa pun jumlah anak tersebut akan saya terima," pungkas Hasib.

(Bangkapos.com/Muhammad Rizki)

Penulis: Muhammad Rizki
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved