Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Pemkab Bangka Perpanjang Kembali Waktu Siswa Belajar di Rumah hingga 13 Juni 2020

Instruksi itu disampaikan melalui Surat Edaran pada Kamis (28/05/2020) yang ditandatangani Sekda Bangka, Andi Hudirman.

Penulis: edwardi | Editor: Dedy Qurniawan
Bangkapos/Edwardi
Rozali Romkad, Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bangka dalam jumpa pers di rumah dinas Bupati Bangka, Kamis (14/05/2020). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pemkab Bangka melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Bangka secara resmi kembali mengeluarkan instruksi Perpanjangan Waktu Belajar di Rumah bagi para siswa PAUD, TK, SD dan SMP, baik negeri dan swasta di wilayah Kabupaten Bangka dalam rangka mengantisipasi penyebaran penularan pandemi wabah Covid-19.

Instruksi itu disampaikan melalui Surat Edaran pada Kamis (28/05/2020) yang ditandatangani Sekda Bangka, Andi Hudirman.

Pelaksanaan pembelajaran siswa di rumah yang telah diperpanjang dari tanggal 2 April 2020 sampai 18 April 2020, diperpanjang kembali dari tanggal 20 April 2020 sampai 30 Mei 2020, dan melalui surat edaran ini di perpanjang kembali dari tanggal 2 Juni 2020 sampai dengan tanggal 13 Juni 2020

Plt Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bangka, Rojali Romkad mengatakan perpanjangan waktu belajar di rumah tahap ketiga hingga 30 Mei 2020 seharusnya sudah masuk.

Namun, pihaknya sudah menyampaikan nota dinas kepada Bupati Bangka karena sesuai rekomendasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akibat kondisi KLB wabah Covid-19 ini masih berlangsung sehingga diajukan kembali perpanjang mulai 2 Juni hingga 13 Juni 2020.

" Kita harapkan para peserta didik tetap harus belajar di rumah secara online dan mandiri dibantu orangtua dan tidak diperbolehkan keluar rumah tanpa alasan yang penting, seperti bermain game, playstation di warnet dan berkumpul di pusat keramaian seperti swalayan atau tempat-tempat hiburan lainnya," kata
Rojali Romkad kepada Bangkapos.com, Jumat (29/05/2020).

Ditambahkannya, para guru melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan cara online, dalam jaringan ( rumah belajar Kemdikbud dan lainnya) dan atau dengan cara memberikan tugas mandiri kepada siswa untuk dilaksanakan di rumah masing-masing dengan memfokuskan kepada pendidikan kecakapan hidup.

" Para guru hendaknya tidak membebani siswa pada capaian kurikulum, juga diharapkan tetap memberikan pelajaran ke siswanya tetapi jangan sampai memaksa secara khusus kepada murid-muridnya," ujar Rojali.

Diungkapkannya, guru-guru juga memberikan pembelajaran masalah kesehatan misalnya tentang mengantisipasi wabah Covid-19, ketrampilan dan lainnya.

" Tetapi para guru jangan sampai memaksa siswa untuk mengejar pelajaran sebagaimana yang ada dalam kurikulum yang sudah disusun," harap Rojali (Bangkapos.com/Edwardi)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved