New Normal di Bangka Belitung

Orangtua Tak Setuju Belajar di Sekolah di Tengah Pandemi, Nurul: Apa Pemerintah Mau Tanggung Jawab?

Menurutnya, belajar online bersama orang tua di rumah justru akan lebih aman untuk anak-anak.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ilustrasi- Siswa sekolah dasar negeri 002 Ranai melakukan aktivitas belajar menggunakan masker di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Indonesia, Selasa (4/2/2020). Bulan Juli, murid sekolah akan kembali masuk sekolah seperti sebelum masa pandemi corona. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Rencana pemerintah untuk membuka kembali kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah pad 13 Juli 2020 mendatang tidak disambut bahagia bagi beberapa orangtua siswa di Bangka Belitung.

Apalagi melihat kondisi penyebaran Covid-19 di Babel saat ini.

Nurul orang tua pelajar Sekokah Dasar MI Hisayatusalikin Pangkalpinang, mengaku masih sangat khawatir jika anak-anaknya kembali beraktivitas di sekolah di tengah penyebaran covid-19 di Babel.

"Kalaupun sekolah orangtua tentu akan membekali anak-anaknya dengan face shield, menggunakan masker, bila perlu menggunakan jas hujan saja, tapi ini kan akan kasihan anaknya nanti," kata Nurul kepada Bangkapos.com, Senin (01/06/2020)

Menurutnya, belajar online bersama orang tua di rumah justru akan lebih aman untuk anak-anak.

"Kalau sekolah dan seandainya banyak anak-anak yang terjangkit Corona, apa Pemerintah mau bertanggung jawab, oke dari sisi pengobatan, mungkin Pemerintah siap menanggung biaya," tuturnya

Namun secara psikologis, orang tua yang anaknya terinfeksi Covid-19 akan terlalu khawatir.

"Paksa lah nanti orang tua ikut di ruangan juga, ambil risiko terjangkit juga, daripada anak sendiri di isolasi," ucapnya

Dia menyebutkan, pemerintah jangan gegabah mengambil kebijakan masuk sekolah.

Harus dipikirkan resiko lainnya.

Halaman
1234
Penulis: Andini Dwi Hasanah
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved