Virus Corona di Bangka Belitung

Covid-19 Terbukti Memang Sangat Mudah Tertular, Termasuk Pada Orang Sehat yang Imunitasnya Tinggi

Saat ini, di Bangka Belitung sudah 46 orang yang terkonfirmasi positif dan satu orang di antaranya meninggal dunia.

Dok/dr Adi Rosadi
Dokter Spesialis Paru Rumah Sakit Umum Daerah Depati Hamzah Pangkalpinang, dr Adi Rosadi 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Saat ini, di Bangka Belitung sudah 46 orang yang terkonfirmasi positif dan satu orang di antaranya meninggal dunia.

Di Pangkalpinang, sebanyak 8 orang yang positif mengidap Covid-19 dan disebutkan ada yang terjangkit melalui transmisi lokal.

Banyak yang menyimpulkan Covid-19 mudah menyebar dan berbahaya bagi manusia yang memiliki penyakit bawaan.

Namun, secara kasat mata, di lapangan ditemui satu pasien positif corona belum tentu menyebarkan virus kepada orang-orang terdekatnya.

Ketua Tim Penanggulangan Covid-19 RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang sekaligus Dokter Spesialis Paru, dr Adi Rosadi SpP mengatakan, virus SARS-CoV-2 ini dapat menularkan dari orang yang sehat yang imunitasnya masih baik ke orang lain yang masih sehat dan imunitasnya masih baik juga

Menurutnya, virus SARS-CoV-2 yang menimbulkan penyakit Covid-19  ini terbukti sangat mudah menular terbukti dari jumlah kasus terkonfirmasi yang setiap hari bertambah baik nasional maupun di Bangka Belitung.

"Melihat Jumlah pasien yang dirawat akibat Covid-19 (PDP) tidak banyak penularan Covid-19 di Bangka Belitung justru banyak terjadi oleh orang yang sehat (OTG) yang hasil swab PCRnya positif," kata dr Adi kepada Bangkapos.com, Selasa (02/05/2020)

Kata dr Adi, sebenarnya protokol kesehatan yang berupa hindari kerumunan, tetap di rumah saja, menjaga jarak antar satu dan lainnya minimal 1,5 meter, memakai masker dan mencuci tangan sangat efektif menurunkan angka penularan Covid-19.

"Tetapi karena disiplin masyarakat yang masih sangat rendah untuk melaksanakan protokol kesehatan membuat kasus terkonfirmasi Covid-19 masih terus meningkat dan belum menunjukkan penurunan," sebutnya

Menurutnya, yang paling ditakutkan dari Covid-19 ini adalah apabila terjangkit pada populasi yang rentan yaitu usia di atas 60 tahun dan memiliki penyakit bawaan seperti penyakit jantung, paru, ginjal, kanker dan orang-orang dengan hipertensi, dislipidemia dan diabetes mellitus.

"Pada populasi rentan inilah angka kematian Covid-19 tinggi. Sedangkan apabila terjangkit pada populasi sehat umumnya Covid-19 tidak menimbulkan gejala (OTG) dan kalaupun bergejala masih derajat ringan (uncomplicated illness)," ucapnya

Dia menuturkan, kalau melihat prilaku masyarakat yang masih sangat rendah disiplinnya menerapkan protokol kesehatan menunjukkan bahwa sebagian  masyarakat sudah tidak peduli lagi dengan penyakit ini.

"Dan kalau kedisiplinan ini masih tetap rendah maka hampir bisa dipastikan kasus Covid-19 akan  semakin bertambah," katanya

Dia menyebutkan, di Cina OTG juga amat banyak tetapi karena disiplin warganya menerapkan protokol kesehatan membuat kasus Covid-19 menurun tajam bahkan saat ini ada rumah sakit yang tutup karena tidak ada lagi kasus PDP dalam  beberapa minggu.

"OTG saat ini semakin banyak karena Covid-19 yang sangat mudah menular masih mengenai populasi non-rentan yang masih beraktivitas seperti biasa dan tidak mengindahkan protokol kesehatan," sebutnya. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Penulis: Andini Dwi Hasanah
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved