Berita Pangkalpinang

Informen Pesan Sabu ke Ino, Barang Diantar Ternyata Malah Ditangkap Polisi

Saat dilakukan penangkapan dan ditemukan barang bukti, Terdakwa mengaku menjual barang haram tersebut dengan keuntungan sebesar Rp 5 juta

(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)
Suasana sidang di Pengadilan Negeri (PN) Kota Pangkalpinang, Selasa (02/06/2020). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Berawal dari Informasi informan dan penyelidikan, terdakwa Ino berhasil ditangkap atas tindak pidana kepemilikan narkotika jenis sabu-sabu.

Tiga Paket narkotika jenis sabu-sabu masing-masing satu paket berisi sabu seberat 9,6 gram, 11 bungkus plastik dengan berat 2,5 gram dan 12 plastik kecil berisi 0,7 gram sabu-sabu pun dijadikan sebagai barang bukti.

Hal ini terungkap dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Kota Pangkalpinang, dengan agenda pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), Horman Harahap.

"Setelah saksi-saksi berkoordinasi dengan Informen dengan cara Informen memesan sabu kepada terdakwa, lalu terdakwa menyanggupinya dan terdakwa menyuruh informen untuk menunggu dijalan Solihin GP, Kecamatan Rangkui, Kota Pangkalpinang," ujar Horman.

Lebih lanjut saat dilakukan penangkapan dan ditemukan barang bukti, Terdakwa mengaku menjual barang haram tersebut dengan keuntungan sebesar Rp 5 juta.

"Setelah diinterogasi terdakwa mengakui bahwa sabu tersebut adalah miliknya yang diperoleh terdakwa dari orang yang dipanggil PAK (belum tertangkap). Terdakwa akan menjual sabu kepada siapa saja, dan bila semua sabu telah terjual seluruhnya uangnnya sebesar Rp 25 juta, lalu terdakwa akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp 5 juta," jelasnya.

Sementara itu usai mendengarkan dakwaan JPU, sidang pun ditutup dan dilanjutkan pada Kamis (04/06/2020) dengan agenda pemeriksaan saksi.

(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy).

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved