Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Kakan Kemenag Babel Sampaikan Permohonan Maaf Karena Pembatalan Ibadah Haji 2020

Kepala Kanwil Kemenag Babel Dr H Muhammad Ridwan menyampaikan permohonan maaf terhadap pembatalan ibadah haji tahun 2020.

bangkapos.com / agus nuryadhyn
Kakanwil Kemenag Babel Muhammad Ridwan melakukan rapat bersama Kabag TU Kabid dan Kasi serta para Kepala Kemenag Kabupaten/Kota melalui virtual terkait batalnya keberangkatan jamaah haji tahun 2020. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Kanwil Kemenag Babel Muhammad Ridwan menyampaikan permohonan maaf terhadap pembatalan ibadah haji tahun 2020.

Menurut dia, batalnya pemberangkatan calon jamaah haji Babel khususnya dan Indonesia umumnya, karena di luar kemampuan pemerintah.

"Kami mohon maaf atas pembatalan keberangkatan haji dan kepada calon jemaah haji bersabar karena musibah Covid 19 merupakan di luar kemampuan manusia. Dengan sabar ini akan memberikan ketenangan pada calon jemaah haji," jelas Muhammad Ridwan, Kepala Kanwil Kemenag Babel, Selasa (2/6).

Muhammad Ridwan berharao para calon jamaah haji diberi ketenangan agar lebih banyak waktu mempersiapkan lagi pada tahun 2021 mendatang.

"Tetap menjaga kesehatan diri, serta mempersiapkan diri lebih banyak waktu untuk belajar tentang kesiapan manasik haji," ungkapnya.

Muhammad Ridwan mengemukakan, pembatalan ini karena pertimbangan utama pemerintah adalah keselamatan jiwa.

Menurut Muhammad Ridwan semuah jamaah haji sudah istithoah dari sisi ekonomi yang sudah bayar, siap mental dan pengetahuan bimbingan manasik hajinya.

"Namun terkait istitoah keselamatan jiwa ini yang tidak bisa terjamin," ujarnya.

Apalagi kata Muhammad Ridwan, perkembangan Covid 19 sangat fluktuatif, baik di Indonesia maupun di Arab Saudi.

"Walaupun kita dengar, hari ini di Makkah maupun Madinah baru membuka masjidil Haram dan Masjid Nabawi merupakan upaya pemerintah Arab Saudi untuk melakukan uji coba," ungkap Kakan Kemenag Babel.

"Pemerintah Arab Saudi masih ada kekhawatiran, dengan berkumpulnya jutaan manusia pada waktu yang sama. Apalagi mengumpulkan jamaah dalam satu tempat pada waktu sama, itu siapa bisa yang menjamin berkerumunya manusia," jelasnya. (bangkapos.com / Rya)

Penulis: Agus Nuryadhyn
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved