New Normal di Bangka Belitung
Keinginan Pemprov Babel Menuju Era New Normal, Saran Pengamat Publik Pertimbangkan Secara Matang
Pemerintah Provinsi Bangka Belitung sudah mulai mempersiapkan diri dalam upaya persiapan menuju ke arah penerapan tatanan ke normalan baru
Penulis: Riki Pratama | Editor: Hendra
BANGKAPOS.COM, BANGKA--Pemerintah pusat saat ini telah mengisyarat rencana kondisi new normal di tengah pandemi covid-19 bagi daerah untuk mengimplementasikan skenario new normal dengan mempertimbangkan epidemiologis.
Terkait hal itu, pemerintah Provinsi Bangka Belitung sudah mulai mempersiapkan diri dalam upaya persiapan menuju ke arah penerapan tatanan ke normalan baru atau new normal dalam rangka menyambut gayung pemerintah pusat.
Pemerhati Kebijakan Publik sekaligus Ketua Lembaga Partisipasi Pengawas dan Pemerhati Pelayanan Publik Bangka Belitung (LP5 Babel), Jumli Jamaludin, mengatakan untuk menyambut gayung tersebut Pemerintah daerah di Bangka Belitung memang perlu membutuhkan pertimbangan yang sangat matang dan haruslah terlebih dulu mempersiapkan segala sesuatu untuk menuju ke arah new normal.
"Tentunya harus dipastikan bahwa betul-betul sudah sangat siap untuk menerapkannya. Sebab itu pemerintah daerah di Bangka Belitung diwajibkan melakukan upaya sosialisasi secara masif kepada masyarakat baik Kabupaten dan Kota, perlu pertimbangan yang sangat matang dan mempersiapkan segala sesuatunya menuju ke arah new normal,"jelas Jumli kepada Bangkapos.com, Selasa (2/6/2020).
Menurut Jumli setiap lapisan masyarakat harus mendapatkan edukasi mengenai apa yang harus dilakukan saat penerapan new normal nantinya.
"Intinya pemerintah daerah di Bangka Belitung wajib melakukan sosialisasi dan edukasi ke masyarakat sebelum menerapkan new normal atau normal baru. Upaya sosialisasi dan edukasi secara masif tersebut agar masyarakat bisa memahami apa yang semestinya harus dilakukan saat beraktivitas di luar rumah,"harapnya.
Seperti, sambung Jumli memulai dari menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan, hingga soal pembatasan berkerumun dengan tujuan untuk memastikan masyarakat mengikuti protokol kesehatan dalam mencegah penyebaran Covid-19.
"Sosialisasi dan edukasi mesti digunakan bahasa yang sangat sederhana dan mudah dipahami dan dimengerti oleh masyarakat mengenai apa itu protokol kesehatan dan istilah new normal,"ujarnya.
Selain itu, kata Jumli perlu dipahami bahwa new normal merupakan skenario untuk mempercepat penanganan covid-19 dalam berbagai aspek baik aspek kesehatan maupun sosial dan ekonomi ataupun berbagai aspek layanan publik di daerah.
"New normal dapat juga disebut sebagai kebiasaan dan perilaku yang baru berbasis pada adaptasi untuk membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat dengan mematuhi protokol kesehatan yang diterapkan pemerintah,"ungkapnya.
Jumli menambahkan dalam upaya menetapkan tersebut perlu kebijakan dalam upaya penerapkan new normal, kepala daerah harus berkonsultasi dengan gugus tugas dan tokoh masyarakat apakah sudah layak atau belum untuk bisa menerapkan new normal di daerah, apakah sudah bisa diterapkan new normal atau tidak.
"Tentunya Pihak Pemerintah Provinsi Bangka Belitung akan mengajukan ke Pemerintah Pusat melalui Gugus Tugas Pusat. Dalam hal ini Gugus Tugas Pusat akan menyampaikan data-data pendukung sebagai pertimbangannya untuk menentukan suatu daerah bisa menerapkan new normal atau belum,"pungkasnya.
Dia menegaskan untuk dilakukan penerapan new normal di Bangka Belitung maka membutuhkan persiapan dan kesiapan serta kesadaran maupun kedipsilinan yang tinggi semua lapisan masyarakat dan pihak pemerintah daerahnya.
( Bangkapos.com /Riki Pratama )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/jumli-jamaludin-pakai-baju-koko.jpg)