Virus Corona di Bangka Belitung

OTG Bisa Jadi Stres Bahkan Depresi Apabila Dikucilkan

Ada dampak psikologis yang bisa dirasakan orang tanpa gejala (OTG) yang sebelumnya berinteraksi dengan pasien reaktif corona.

IST/Siska
Biro Psikologi Q-tha sekaligus Dosen Konseling Pendidikan Islam IAIN SAS Bangka Belitung, Siska Dwi Paramitha 

BANGKAPOS.COM, BANGKA  - Biro Psikologi Q-tha sekaligus Dosen Konseling Pendidikan Islam IAIN SAS Bangka Belitung, Siska Dwi Paramitha mengatakan ada dampak psikologis yang bisa dirasakan orang tanpa gejala (OTG) yang sebelumnya berinteraksi dengan pasien reaktif corona.

Ini bisa berdampak sangat fatal hingga menyebabkan stres bahkan meningkat menjadi depresi karena dikucilkan atau dijauhi oleh masyarakat.

"Pastinya berdampak sangat fatal, karena ketakutan yang terus menerus dan tidak diselesaikan secara psikologi akan menyebabkan stres bahkan bisa meningkat menjadi depresi," ujar Siska Dwi Paramitha, Selasa (2/6/2020) kepada Bangkapos.com.

Kata Siska, efek psikologisnya sebenarnya karena masyarakat menghindari dan mungkin cenderung dikucilkan. Jika OTG tersebut memiliki emosi yang tidak stabil maka reaksinya bisa bermacam-macam.

"Mulai dari sedih, cenderung mengurung diri, bahkan bisa sampai ketakutan karena merasa dipojokkan oleh masyarakat," kata dia.

Pasien yang mengalami reaktif melalui rapid test, justru butuh analisa lebih dalam lagi.

Bisa dengan rapid test kedua atau langsung melakukan swab yang lebih akurat, bahkan swab pun bisa dilakukan dua kali untuk benar-benar memastikan virus tersebut.

Untuk menghindari supaya jangan sampai stres atau depresi, tentunya kedua belah pihak harus diedukasi, dari OTG harus dibangun kesadaran dirinya agar tetap menjaga protokol kesehatan.

"Seperti yang kita diketahui seperti menjaga jarak, menggunakan masker serta rajin mencuci tangan dengan sabun dan menjaga stamina tubuhnya agar tetap bugar," lanjutnya.

Artinya dengan pola harus teratur, makanan harus yang sehat, asupan vitamin, menjaga pola tidur dan yang paling penting harus menjaga suasana hati agar tetap bahagia atau senang.

"Dari sisi masyarakat juga harus lebih diberikan informasi terkait tidak mengucilkan orang-orang yang disebutkan tadi mulai dari OTG, ODP, PDP, Pasien positif ataupun pekerja atau tenaga dibidang kesehatan dan yang terkait," ucapnya.

Dia mengimbau, justru dimasa sekarang ini sudah banyak pembelajaran yang didapatkan, sebagai masyarakat harus saling mendukung dan memberi semangat. (Bangkapos.com/Yuranda)

Penulis: Yuranda
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved