New Normal di Bangka Belitung

Masjid Agung Sungailiat Mulai Laksanakan Ibadah Berjamaah Terapkan Protokol Kesehatan

Masjid Agung Sungailiat akan melaksanakan kembali Salat Jumat berjamaah dengan menerapkan protokol penanganan Covid-19 yang ketat.

Bangkapos/Edwardi
Para pengurus Masjid Agung Sungailiat bergotong royong mempersiapkan sarana prasarana protokol penanganan Covid-19 untuk memulai kegiatan ibadah rutin umat muslim. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Masjid Agung Sungailiat sebagai masjid utama di Kabupaten Bangka mulai dibuka kembali untuk melaksanakan ibadah berjamaah dan berbagai kegiatan peribadatan umat muslim lainnya dengan menerapkan era new normal sesuai protokol atau SOP penanganan Covid-19.

Untuk itu mulai hari Jumat (05/06/2020) mendatang, Masjid Agung Sungailiat akan melaksanakan kembali Salat Jumat berjamaah dengan menerapkan protokol penanganan Covid-19 yang ketat.

Hal ini diungkapkan H Matzen Matyasin, Wakil Ketua Badan Pelaksana Pengelolaan Masjid Agung Sungailiat yang ditemui Bangkapos.com, Rabu (03/06/2020) di kantornya.

" Setelah kita menerima Surat Edaran dari Kementerian Agama RI No.SE 12/2920 tentang panduan penyelenggaraan kegiatan di rumah ibadah dalam mewujudkan masyarakat produktif dan aman Covid-19 di masa pandemi, maka di dalamnya sudah diberikan kesempatan untuk kembali memfungsikan rumah ibadah, khususnya masjid untuk melaksanakan ibadah Salat Fardhu Lima Waktu, Salat Jumat berjamaah dengan catatan harus melaksanakan protokoler penanganan Covid-19 secara ketat dan disiplin," kata H Matzen.

Diakuinya, untuk melaksanakan ini Badan Pelaksana Pengelolaan Masjid Agung Sungailiat dipimpin Ketua H Syaiful Zuhri sudah melaksanakan rapat untuk kesepakatan melaksanakan aturan sesuai surat edaran Kemenag RI tersebut.

"Kita sudah menyiapkan petugas protokol yang disebut Tim Tugas Khusus Fungsionalisasi Masjid Agung Sungailiat, kita sudah sepakat mulai Jumat 5 Juni 2020 untuk melaksanakan Salat Jumat berjamaah seperti protokol Covid-19," ujar H Matzen.

Diungkapkan hari ini para pengurus masjid mulai menyiapkan berbagai sarana prasarana di lapangan sesuai protokol Covid-19, seperti membersihkan lantai masjid setiap hari dengan pembersih lantai, memberikan tanda batas jaga jarak atau physical distancing sekitar 1 meter lebih, menyiapkan alat pengecekan suhu tubuh jamaah dengan thermo gun untuk setiap jamaah yang masuk ke masjid.

" Apabila nanti petugas menemukan ada jamaah yang suhu tubuhnya di atas 37,5 derajat Celcius maka diminta istirahat 5 menit lalu dicek kembali bila ternyata suhu tubuhnya masih tetap 37,5 ke atas , maka yang bersangkutan kita anjurkan pulang atau tidak mengikuti Salat Jumat berjamaah di masjid," jelas H Matzen.

Ditambahkannya, para jamaah yang salat juga harus mengenakan masker, bila ada yang tidak menggunakan masker karena lupa atau lainnya maka akan diberikan masker.

"Para jamaah diimbau membawa sajadah masing-masing dari rumah, walaupun tidak bawa sajadah tidak apa-apa karena lantai masjid selalu rutin dibersihkan , baik sebelum dan sesudah Salat Jumat dibersihkan dengan pembersih lantai atau disinfektan," jelas H Matzen.

Dilanjutkannya kita juga menyiapkan sabun pencuci tangan dan juga hand sanitizer.

" Memang dalam pelaksanaan ini dibutuhkan kerjasama antara pengurus masjid dengan para jamaah, karena kapasitas masjid ini sebelumnya bisa diisi 2.000 an jamaah namun dengan adanya protokoler penanganan Covid-19 maka paling banyak bisa diisi 50 persen dari kapasitas biasanya," jelas H Matzen.

(Bangkapos.com/Edwardi)

Penulis: edwardi
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved