Berita Pangkalpinang

Pro Kontra Tim Kreatif Wali Kota, Sekda Pangkalpinang Beberkan Soal Pengangkatan dan Gaji

Radmida Dawam, menanggapi keberadaan Tim Kreatif Wali kota (TKW) yang belakangan ramai menjadi perbincangan dan jadi pro kontra di media sosial.

Bangkapos.com / irakurniati
Sekda Kota Pangkalpinang, Radmida Dawam 

BANGKAPOS.COM, BANGKA  - Sekda Kota Pangkalpinang Radmida Dawam, menanggapi keberadaan Tim Kreatif Wali kota (TKW) yang belakangan ramai menjadi perbincangan dan jadi pro kontra di media sosial.

Radmida membeberkan, pengangkatan TKW ini sudah berlangsung sekitar tahun 2019 dan berdasarkan Surat Keputusan yang dikeluarkan wali kota.

Sebagai pimpinan birokrasi pemerintahan tertinggi di Pemerintah Kota Pangkalpinang Radmida menyebut, tidak ada masalah dengan keberadaan TKW yang sebelumnya sudah diperiksa oleh tim BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) RI Perwakilan Bangka Belitung.

Mengenai gaji, menurutnya sudah sesuai standar dan nilainya sudah dikoordinasikan dengan BPK.

"Bedalah dengan honorer yang melamarnya khusus bagian administrasi. Kalau ini ada skill, punya keahlian dan itu yang dibayar. Sudah sesuai standar. Mereka juga tim, jadi honorer tim," sebut Radmida, Rabu (3/6/2020).

Dia mengatakan, bayaran gaji kepada tim kreatif ini mengukur tingkat profesionalitas mereka sehingga dengan gaji yang diganjar Rp 3 sampai Rp 4 juta, diklaim Radmida sesuai dengan keahlian mereka dalam membantu wali kota mempromosikan dan membangun Pangkalpinang.

Sekadar diketahui, berdasarkan informasi yang dihimpun, tim kreatif ini terdiri dari sejumlah pemuda bahkan di dalamnya terdapat beberapa komika di Pangkalpinang.

Terkait ini, Radmida tidak mengetahui jumlah keseluruhan tim yang dijadikan honorer di bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan maupun di Bappeda.

"TKW ini tidak bisa disamakan dengan honorer lainnya. Setahu saya, TKW ini memang tidak terlihat ngantor, tapi mereka bekerja hingga malam hari. Jadi kerja mereka bukan hanya ketika ada event saja, tapi hampir seluruh bidang mereka kerjakan. Mulai dari mereka harus membuat desain untuk baliho, kemudian wali kota menginginkan pembangunan taman seperti apa, mereka lah yang akan berfikir bagaimana konsepnya, termasuk membuat video berdurasi satu setengah menit yang wajib diikuti kabupaten/kota terkait protokol kesehatan covid-19, mereka juga yang bikin," pungkas Radmida.

Dia mengaku, keberadaan tim kreatif ini sangat penting. Radmida menilai mereka memiliki kontribusi positif bagi Kota Pangkalpinang, yakni merubah Dekranasda maupun sentuhan untuk konsep penataan kota. Menurut dia, tim ini pun dibebankan dengan tanggung jawab pelaporan tiap kali mengajukan konsep dan pengerjaan tugas mereka. Tim kreatif wali kota harus menuliskan laporan dan progres yang dilakukan tiap kali ada penugasan, bahkan itu hampir tiap minggu.

"Kinerja mereka sudah nampak, sudah banyak bukti yang mereka tunjukkan. Sebenarnya tugas mereka ini cukup berat. Sesuai lah dengan standar gaji yanh diberikan. Bahkan kadang kerja sampai malam, kemana-mana tugasnya untuk buat konsep promosi yang menarik," tuturnya.

Radmida meminta masyararakat tidak memerdebatkan keberadaan TKW, karena menurutnya sudah sesuai standar dan tidak menyalahi aturan, selagi itu bermanfaat dan memiliki perubahan.

Tim ini pun sama halnya dengan tenaga honorer lainnya yang dipakai dengan sistem kontrak per tahun.

"Sudah diperhitungkan semua, gaji mereka sesuai kompetensi dan tugas mereka juga jelas untuk membantu wali kota dalam mempromosikan Pangkalpinang," tutup Radmida.  (bangkapos.com/irakurniati)

Penulis: Ira Kurniati
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved