Breaking News:

Berita Sungailiat

Rusak Hutan Bakau, Ini yang Dilakukan TNI-Polri dan Pol PP Saat Razia Gabungan Penertiban TI

Tambang timah inkonvensional (TI) ilegal kembali ditertibkan. Kali ini tim gabungan diterjunkan di kawasan hutan bakau

Penulis: Fery Laskari | Editor: nurhayati
Ist/Achmad Suherman
Razia gabungan TNI-Polri dan Satpol PP Bangka pada tambang timah ilegal perbatasan Matras Sungailiat-Desa Deniang Riausilip Bangka, Rabu (3/6/2020). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Tambang timah inkonvensional (TI) ilegal kembali ditertibkan. Kali ini tim gabungan diterjunkan di kawasan hutan bakau sepadan pantai perbatasan Kelurahan Matras Sungailiat dan Desa Deniang Riausilip Bangka.

Saat razia, Rabu (3/6/2020), TNI-Polri dan Pol PP Bangka, menyita sejumlah peralatan tambang.

Plt Kepala Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bangka, Kusyono Aditama diwakili Kabid Penegakan Perundang-Undangan, Achamd Suherman menjelaskan kronologis penertiban tersebut.

"Kegiatan razia aktivitas tambang TI Rajuk di daerah pesisir pantai perbatasan Matras dan Desa Deniang dipimpin oleh Kabag Ops Polres Bangka," kata Suherman.

Ketika itu Tim TNI-Polri dan Pol PP secara bersama-sama melakukan razia agar kegiatan berjalan efektif.

"Sedangkan Tim Pol PP Bangka dipimpin Kasi Pengawasan Perda dan Kasi Penyidik Jft R Rusdianto didampingi Staf PPUD Hery. Kita juga melibatkan Bidang Tibum Pol PP," katanya.

Razia gabungan TNI-Polri dan Satpol PP Bangka pada tambang timah ilegal perbatasan Matras Sungailiat-Desa Deniang Riausilip Bagka, Rabu (3/6/2020).
Razia gabungan TNI-Polri dan Satpol PP Bangka pada tambang timah ilegal perbatasan Matras Sungailiat-Desa Deniang Riausilip Bangka, Rabu (3/6/2020). (Ist/Achmad Suherman)

Penertiban gabungan dilakukan karena penambang sudah berulang-ulang merusak kawasan hutan bakau di pesisir pantai ini. Sedikitnya ditemukan sebelas unit TI Rajuk Beroperasi di lokasi yang dimaksud.

"Tim gabungan menyita satu unit mesin, tiga batang pipa, satu selang ulir dan pipa besi. Barang bukti diamankan di Mapolres Bangka," kata Suherman.

Selain merusak hutan bakau, keberadaan tambang ini mengancam akses jalan yang baru dibangun TNI AD dalam kegiatan TMMD beberapa waktu lalu.

"Sudah dibangun jalan oleh TNI, TMMD. Jalan sudah bagus gitu jangan lah kita rusak. Harusnya kita jaga bersama. Selain itu merusak hutan bakau dapat menggangu daerah tangkap nelayan," tegas Suherman.

Kapolres Bangka AKBP Widi Haryawan dikonfirmasi terpisah oleh Bangka Pos, Rabu (3/6/2020) mengakui telah digelar operasi gabungan yang dimaksud.

"Penertiban dilakukan oleh Polres Bangka bersama Satpol PP Bangka dan TNI," kata Widi.

(Bangkapos.com/Fery Laskari).

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved