Breaking News:

Virus Corona

Simak 19 Item 'New Normal' di Lembaga Sekolah dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) merumuskan 19 item terkait kebijakan 'New Normal' bagi lembaga pendidikan.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Siswa sekolah dasar negeri 002 Ranai melakukan aktivitas belajar menggunakan masker di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Indonesia, Selasa (4/2/2020). Bulan Juli, murid sekolah akan kembali masuk sekolah seperti sebelum masa pandemi corona. 

Menjaga jarak guru dari siswa dan tidak mobile, sesuai dengan mengacu protokoler kesehatan.

11. Melakukan Skrining Harian

Skrining harian dilakukan oleh siswa, guru, dan staf lewat handphone.

Jika suhu di atas 38 derajat, batuk pilek, gangguan kulit, mata, muntah, diare, tidak selera makan atau keluhan lain, maka jangan ke sekolah. Fasilitasi kontak Puskesmas, klinik, atau RS terdekat.

12. Tidak Berkumpul

Pengantar atau penjemput berhenti di lokasi yang ditentukan dan di luar lingkungan sekolah, serta dilarang menunggu atau berkumpul.

Hanya berhenti, turunkan, kemudian pergi tinggalkan sekolah.

13. Skrining Fisik

Skrining dilakukan di pintu masuk sekolah, untuk guru, siswa dan karyawan yang meliputi cek suhu tubuh, masker dan tidak tampak sakit.

14. Penerapan PHBS

Aturan pola sekolah baru, mengadopsi upaya pencegahan Covid-19. Meliputi wajib bermasker, pengaturan jarak, tidak menyentuh, membiasakan cuci tangan, penyediaan westafel dan hand sanitizer.

Tidak ada pedagang luar atau kantin, siswa dapat membawa bekal sendiri dari rumah. Tidak boleh tukar makanan dan tempat makanan antar siswa.

15. Informasi

Informasi pencegahan Covid-19 harus dipasang di gerbang sekolah dan kelas.

16. Disinfektan

Menjaga kebersihan gagang pintu, kebersihan keyboard, kebersihan komputer, kebersihan kelas, meja dan kursi belajar dengan disinfeksi setiap hari, termasuk lingkungan sekolah.

17. Penutup Teman Bermain

Meniadakan atau menutup tempat bermain atau berkumpul.

18. WFH

Wfh bagi guru yang bepergian, karyawan, siswa yang pulang bepergian ke luar kota dan luar negeri diberi waktu WFH atau belajar di rumah selama 14 hari.

19. Pemberdayaan UKS

Sekolah harus menyiapkan dukungan UKS dan psikologis harian di sekolah pemerintah daerah wajib menurunkan petugas medis secara berkala ke sekolah.

Juga secara reguler dilakukan pemeriksaan secara sampling di sekolah. Aturan spesifikasi lain disesuaikan dengan lokasi dan kondisi, seperti dilansir Warta Kota.

Pro dan Kontra Pembukaan Sekolah di tengah Pandemi

Wacana pembukaan kembali sekolah di tengah pandemi Covid-19 yang masih terjadi di Indonesia menuai pro dan kontra.

Sebagian besar orangtua merasa khawatir jika buah hatinya harus kembali ke sekolah dalam waktu dekat.

Sementara itu, beberapa pemerintah daerah telah memasukkan rencana pembukaan sekolah pada kebijakan new normal.

Seperti misalnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah yang akan memberlakukan penerapan new normal di wilayahnya mulai Juli 2020.

Jika sekolah kembali dibuka, maka akan ada interaksi tatap muka secara langsung dan kemungkinan besar akan terjadi perkumpulan.

Seiring dengan hal tersebut, beberapa opsi muncul seperti memberlakukan sistem shifting, membatasi jumlah siswa yang masuk, dan menerapkan protokol kesehatan yang ada.

Selain itu, adapula wacana lain untuk membuka kembali sekolah pada Januari tahun depan. Bagaimana tanggapan epidemiolog mengenai ini?

Epidemiolog dr Dicky Budiman M.Sc.PH, PhD (Cand) Global Health Security menyarankan untuk tidak membuka sekolah hingga situasi benar-benar baik.

" Sekolah sebaiknya ditunda sampai situasi pandemi betul-betul terkendali," kata Dicky, Selasa (2/6/2020).

Menurutnya, membuka sekolah sangat berisiko, termasuk mungkin akan memunculkan gelombang kedua virus corona  yang pertama kali diidentifikasi di China ini.

Ia menambahkan, sebuah studi yang diterbitkan Sara et al pada 2012, menunjukkan bahwa seluruh sekolah akan tutup ketika terdapat 0,1 persen populasi mengalami sakit, dan sekolah-sekolah tetap tutup selama pandemi.

Tingkat serangan klinis dapat dikurangi lebih dari 50 persen.

Ia menyampaikan bahwa bentuk kenormalan baru dapat berupa motivasi dan kesadaran, mengenakan masker, mengurangi mobilitas, hingga keamanan di sekolah.

Komentar Artis

Sejumlah artis angkat suara soal rencana New Normal khususnya menyangkut keamanan dan kesehatan anak-anak mereka saat sekolah.

Ingat, ini baru wacana sehingga belum ada keputusan apapun menyangkut sekolah kembali masuk atau tidak, jadi pembaca jangan salah paham. 

Tapi reaksi artis terlihat sangat berbeda. 

Contohnya adalah reaksi Ruben Onsu dan Jessica Iskandar. 

Simak reaksi kedua publik figur terkait wacana sekolah akan berjalan lagi. 

Ruben Onsu Khawatir Karena Anaknya Gratilan

Bagi Ruben Onsu, dirinya ragu jika wacana tersebut jadi kenyataan. 

Ruben Onsu takut anak-anaknya terinfeksi virus corona atau covid-19 di sekolah.

Ia mengaku kalau keputusan memulai pendidikan Juni 2020 terbilang cepat karena wabah virus corona atau covid-19 masih menyebar.

Sebab saat ini, Ruben Onsu memiliki tiga anak, dua diantaranya sudah mulai menjalani pendidikan dibangku sekolah.

"Kalau saya masih ragu ya, jujur saya masih ragu," kata Ruben Onsu.

Ruben mengakui kalau keraguannya adalah takut anak-anaknya terpapar virus corona atau covid-19 di sekolah.

"Gimana yah. Karena anak saya gratilan banget tangannya, gimana saya memprotek anak saya itu sulit deh," ucapnya.

Namun, jika Pemerintah akan tetap memberlakukan programnya sesuai jadwal, maka mau tidak mau sebagai orangtua tetap mengikutinya.

"Keputusan pemerintah ini harus dijalani, mau tidak mau," ungkapnya.

Lebih lanjut, Ruben Onsu menegaskan saat ini ia sedang memutar otak, bagaimana bisa memproteksi anak-anaknya agar tidak terinfeksi virus corona atau covid-19 di sekolah.

"Kalau dalam waktu dekat ini harusnya deg-degan, karena saya tahu anak saya gratilan, saya takut aja. Itu yang saya takuti," ujar Ruben Onsu. 

Dua anak Ruben Onsu dan Sarwendah saat ini memang sedang sekolah

Mereka adalah Betrand Peto dan Thalia Putri Onsu.

Jessica Iskandar Pastikan Keamanan Sekolah

Sementara itu, Jessica Iskandar dibantu kekasihnya, Richard Kyle akan memastikan lebih dulu keamanan sekolah tempat El Barack belajar nantinya.

Richard mengatakan dirinya dan Jedar sudah mengontak pihak sekolah untuk menanyakan kesiapan mereka membuka sekolah. Namun sepertinya untuk sementara ini El Barack akan menjalani sekolah online.

"Kita sudah kontek sama sekolah baru dan mereka bilang kalau situasi masih begini, kita pasti semester satu online class," ucap Richard Kyle di kawasan Jl. Kapten Tendean Jakarta Selatan, Selasa (2/6/2020).

"Tapi kalau misalnya sudah aman dan mereka bisa buka pintu ya dia pasti sudah masuk sekolah baru buat kenal semua gurunya," lanjutnya.

Sebagai orangtua, Jessica Iskandar harus memastikan sekolah baru El Barrack siap melakukan proses belajar mengajar di masa new normal.

Sebab, tahun ini putra semata wayangnya itu mulai masuk Sekolah Dasar sehingga harus pindah sekolah dari yang sebelumnya.

"Kalau aku sih, pastinya aku kan melihat situasi dulu. El Barack kan apa lagi pindah ke sekolah baru. Kan kemarin TK di sekolah lama itu kan cuma sampai TK, jadi dia mau masuk SD mesti pindah sekolah baru," tuturnya.

Jika memang sekolah dirasa belum siap melakukan proses belajar mengajar di masa new normal ini, Richard Kyle akan meminta untuk diadakan kelas online saja.

"Tapi kalau enggak memungkinkan memang semua online dan mereka berharap September atau Agustus sudah kembali seperti normal. Kita berharap aja mudah-mudahan dia bisa ke sekolah baru kalau enggak ya satu dua bulan dia sekolah online," ucap Richard Kyle.

-

(TRIBUNNEWSWIKI.COM)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Simak 19 Item 'New Normal' di Lembaga Sekolah dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Penulis: tidakada004
Editor: teddymalaka
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved