Berita Pangkalpinang

Soal Kasus Pelecehan ASN Pemprov Bangka Belitung, Wakil Gubernur Tunggu Laporan Pihak Kepolisian

Sahirman menjelaskan kasus tersebut terungkap berawal karena laporan dari seorang ASN perempuan dan tenaga honerer perempuan yang merasa dilecehkan.

Bangkapos.com / Riki Pratama
Wakil Gubernur Babel Abdul Fatah 

BANGKAPOS.COM,BANGKA - Dugaan pelanggaran disiplin kembali terjadi di lingkungan Pemerintahan Provinsi Bangka Belitung.

Kali ini ASN yang bekerja di Disnaker Babel melaporkan terkait pencemaran nama baiknya ke Polda Babel, pada Rabu (3/6/2020) kemarin.

Oknum ASN tersebut melaporkan ke Polda atas tuduhan pencemaran nama baik atau fitnah terhadap dirinya yang dianggap telah melakukan pelecehan seksual terhadap seorang pegawai perempuan yang merupakan rekan satu kantornya.

Atas kasus tersebut, Wakil Gubernur Babel Abdul Fatah, mengatakan mereka akan menunggu hasil serta masukan dari penegak hukum terkait kasus ini yang sedang bergulir.

"Kalau sudah masuk tatanan penegak hukum tinggal kita tunggu, apabila diminta memberikan kesaksian kita berikan termasuk saksi ahlinya, akan kita ikuti apa yang sudah dilakukan hingga masuk ranah hukum, silakan pasti kita tangani melalui norma disiplin pegawai dan ada kode etiknya,"ujar Wakil Gubernur Babel Abdul Fatah kepada wartawan, Rabu (3/6/2020).

Dia menambahkan, terkait prilaku ASN harus terus diawasi oleh pimpinan OPD masing masing sehingga tidak terjadi hal penyimpangan atau pelanggaran disiplin di lingkungan PNS.

"Sebenarnya norma mengatur dari pada bersikap sudah sangat jelas, bila masih terjadi pelanggaran penyimpangan harus dibenahi sebagai budaya prilaku di komunikasikan di internal OPD harus ada pengendalian yang dilakukan oleh pimpinan masing-masing OPD, perlu dilakukan pembinaan,"harapnya.

Sementara Kepala BKPSDM Babel Sahirman, mengatakan mempersilakan terkait upaya yang telah dilakukan oknum ASN hingga ke ranah hukum.

"Ya, kita tunggu saja hasil kepolisiannya,"ungkapnya.

Sahirman menjelaskan kasus tersebut terungkap berawal karena laporan dari seorang ASN perempuan dan tenaga honerer perempuan yang merasa dilecehkan secara fisik oleh oknum pegawai.

"Sebelum sidang disiplin, ASN dan honorer ini kami panggil, kita tidak mau ini menjadi fitnah, berikut kami panggil juga para staf yang ada ditempat sebagai saksi. Ini sebelum diperiksa di sidang disiplin. Kami tanya bener tidak, jawab ASN dan honorer ini bener ada colek-colek. Kemudian kami tanya ke yang bersangkutan apa ini mau diteruskan dalam bentuk tim. Katanya tidak usah, dia mengaku salah, khilaf," ungkapnya. (Bangkapos.com/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved