Breaking News:

Diisukan Sembunyi di Bunker Bawah Gedung Putih saat Warga Demo, Ini Jawaban Donald Trump

Donald Trump mengaku dirinya pergi ke bunker Gedung Putih bawah tanah untuk "inspeksi" bukan melindungi diri dari pengunjuk rasa

AFP/Apu Gomes
Sejumlah demonstran melakukan aksi unjuk rasa atas kematian George Floyd, di Long Beach, California, Amerika Serikat, Minggu (31/5/2020) waktu setempat. Meninggalnya George Floyd, seorang pria keturunan Afrika-Amerika, saat ditangkap oleh polisi di Minneapolis beberapa waktu lalu memicu gelombang aksi unjuk rasa dan kerusuhan di kota-kota besar di hampir seantero Amerika Serikat. 

Hal itu terjadi ketika Menteri Pertahanan AS Mark Esper mengatakan dia menentang penggunaan tentara tugas aktif untuk menahan protes, yang disarankan Trump.

Esper mengatakan pasukan dalam peran penegakan hukum harus digunakan hanya dalam situasi yang paling mendesak dan mengerikan".

"Kami tidak berada dalam salah satu situasi itu sekarang," ujar Esper.

Demonstrasi besar-besaran di Washinton, DC, Amerika Serikat serta puluhan kota besar lainnya di seluruh negeri tengah terjadi.

Hal itu setelah seorang polisi menekan leher dari seorang pria berkulit hitam bernama George Floyd hingga meninggal dunia, di Minneapolis.

Inilah Bungker Rahasia di Gedung Putih Tempat Presiden Trump Sembunyi

Bungker rahasia di Gedung Putih sudah didengar publik sejak lama.

Bunker tersebut dibuat sebagai tempat perlindungan dan pusat komando jika AS diserang nuklir.

Dikutip dari Daily Mail, bungker rahasia itu dikenal dengan nama Pusat Operasi Darurat Presiden (PEOC).

Dibangun pada awal 1940-an oleh Presiden Franklin Delano Roosevelt saat Amerika menghadapi perang dunia kedua.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved