Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Tanggapan Ibrahim Terkait New Normal Life di Lingkungan ASN Bangka Belitung

Menyikapi kabijakan pelaksanaan New Normal life di lingkungan ASN di beberapa Kota dan Kabupaten di Provinsi kepulauan Bangka Belitung

Ist/Ibrahim
Dosen FISIP Universitas Bangka Belitung Dr Ibrahim. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA  - Menyikapi kabijakan pelaksanaan New Normal life di lingkungan ASN di beberapa Kota dan Kabupaten di Provinsi kepulauan Bangka Belitung, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Bangka Belitung (UBB), Ibrahim ikut berkomentar.

Menurutnya sebagaimana diumumkan oleh Menpan dibuat agar mempertimbangkan kondisi yang ada di masing-masing daerah.

Pada ketentuan tersebut, keputusan diambil oleh pimpinan tiap lembaga dengan mempertimbangkan tidak hanya protokol kesehatan, tapi juga fleksibilitas yang kontekstual.

Harapannya adalah tetap antisipatif pada peluang penyebaran Covid-19 tapi tidak kehilangan produktivitas.

"Warga kita cenderung memang masih kurang disiplin pada ketentuan pencegahan. Karenanya jangan sampai pendisiplinan justru menjadi masalah baru karena ketidaksiplinan warga tersebut. Jangan sampai juga new normal menjadi penyebab klaster baru Covid-19," ujar Ibrahim, Kamis (4/6).

Ia berpendapat penyesuaian tetap harus dilakukan. Pengurangan jam kerja dan membatasi aktivitas yang mengerahkan banyak pegawai berkumpul semaksimal mungkin dikurangi. Yang dikejar adalah produktivitasnya, minimal tidak berkurang di tengah pembatasan.

"Di tengah angka terkonfirmasi yang terus meningkat, pembatasan tetap harus dilakukan. Lagipula Menpan sudah menekankan pentingnya pengurangan ketentuan dengan yang normal berjalan tanpa kehilangan produktivitas," pungkasnya.

(Bangkapos.com/Muhammad Rizki)

Penulis:
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved