Kriminalitas

Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Wajah Novel Baswedan Terungkap,Dinilai Pengkhinat dan Lupa Diri

Pada saat persidangan Terdakwa Rahmat Kadir Mahulette mengungkap alasan menyiram air keras kepada penyidik KPKNovel Baswedan.

Tribunnews.com
Dua pelaku penyiraman air keras yang merupakan oknum polisi 

BANGKAPOS.COM--Setelah hampir tiga tahun tabir gelap penyiraman air keras ke wajah  Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan akhirnya terungkap.

Pihak kepolisian akhirnya berhasil menangkap pelaku penyiraman air keras tersebut.

Dua pelaku penyiraman Novel yakni Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis.

Diketahui, dua pelaku penyiraman Novel masih aktif sebagai anggota Polri.

Keduanya ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh aparat kepolisian setelah melakukan penyelidikan atas kasus penyiraman tersebut selama 2,5 tahun.

Pada saat persidangan Terdakwa Rahmat Kadir Mahulette mengungkap alasan menyiram air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan.

Novel Baswedan Turun Langsung Pimpin Operasi Penangkapan Buronan KPK Nurhadi di Simprug

Dia mengaku melakukan itu untuk memberi pelajaran kepada Novel Baswedan yang ia nilai telah berkhianat kepada institusi Polri.

"Saya hanya memberi pelajaran Novel. Dia pengkhianat. Yang membesarkan dia siapa? Dia bisa besar, dia bisa hebat."

"Saya tergerak memberi pelajaran, karena dia lupa diri," kata Kadir, saat memberikan keterangan di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Kamis (4/6/2020).

Dia mengenal Novel Baswedan sebatas anggota Polri yang ditugaskan pimpinan bertugas di Komisi Pemberantasan Korupsi.

Halaman
1234
Editor: nurhayati
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved