Breaking News:

Kriminalitas

Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Wajah Novel Baswedan Terungkap,Dinilai Pengkhinat dan Lupa Diri

Pada saat persidangan Terdakwa Rahmat Kadir Mahulette mengungkap alasan menyiram air keras kepada penyidik KPKNovel Baswedan.

Tribunnews.com
Dua pelaku penyiraman air keras yang merupakan oknum polisi 

Perjalanan dari Asrama Brimob ke rumah Novel Baswedan memakan waktu sekitar 40 menit.

Kadir sudah menyiapkan mug berwarna hijau yang menampung campuran antara air aki dan air.

"Air ditambah air aki. Saya tambah di kos."

"Seingat saya air tiga kali lebih banyak."

"Saya memberi pelajaran menggunakan air aki saja," ujarnya.

Kadir mengaku tidak mempunyai niat untuk menyakitiNovel Baswedan.

CERITA Novel Baswedan ke Aa Gym Dibisiki Anak Muda Soal Ini, hingga Sindiran Tentang Dosa

Dia mengaku menggunakan air aki karena menilai efek dari air aki itu hanya menimbulkan gatal-gatal.

"Tidak menyakiti. Kalau punya niat menyakiti, saya tidak akan campur air, aki saja."

"Dulu, saya terkena air (aki) di tangan saya. Tangan saya gatal," bebernya.

Setelah ibadah salat subuh sekitar pukul 05.10 WIB, Kadir melihat Novel Baswedan berjalan kaki dari masjid di dekat rumahnya.

Akhirnya, dia menyiramkan cairan itu ke arah Novel Baswedan.

"Antara yakin dan tidak yakin. Saya mengamati ke rumah. Sebelumnya, saya tidak mempunyai rasa bersalah. Saya puas atas hasil perbuatan itu," tambahnya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette bersama-sama melakukan penganiayaan berat kepada penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan pada 11 April 2017.

Novel Baswedan Tanggapi Motif Pelaku Penyerangan karena Masalah Pribadi: Ini Lelucon Apa Lagi?

Hal itu diungkapkan JPU saat membacakan surat dakwaan di sidang perdana dua terdakwa kasus penyiraman Novel Baswedan di Ruang Kusumah Atmadja, Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Kamis (19/3/2020).

Sidang ini dihadiri langsung oleh kedua terdakwa penyiraman Novel.

Dalam surat dakwaan, JPU mendakwa Pasal 355 ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP subsider Pasal 353 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan atau Pasal 351 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP tentang penganiayaan berat.
(Penulis: Glery Lazuardi/Editor: Yaspen Martinus/Sumber: Tribunnews)

Artikel ini telah tayang di WARTAKOTALIVE dengan judul Siram Novel Baswedan Pakai Air Aki, Rahmat Kadir: Dia Pengkhianat, Lupa Diri!

Editor: nurhayati
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved