Breaking News:

Virus Corona

MUI Sebut Salat atau Sholat Jumat Bergelombang Tidak Tepat di Tengah Pandemi Covid-19, Ini Solusinya

Yusnar mengatakan MUI berketetapan bahwa Fatwa tersebut masih relevan saat ini untuk dilaksanakan umat Islam.

Surya/Ahmad Zaimul Haq
Ilustrasi- Jemaah menunaikan Salat Jumat dengan shaf berjarak 1 meter di Masjid Nasional Al Akbar, Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (27/3/2020). Meskipun tetap menggelar Salat Jumat di tengah wabah virus corona (Covid-19), Masjid Nasional Al Akbar Kota Surabaya menerapkan sejumlah prosedur yaitu pencucian tangan dengan hand sanitizer, pemeriksaan suhu badan, masuk bilik sterilisasi (penyemprotan disinfektan), dan pemakaian masker serta pemberian jarak (social distancing) 1 meter tiap baris atau shaf jemaah. Surya/Ahmad Zaimul Haq 

BANGKAPOS.COM - Pengurus Majeis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan salat atau sholat Jumat bergelombang di tempat yang sama saat pandemi Virus Corona atau Covid-19 di Indonesia tidak tepat untuk kondisi saat ini.

MUI juga memberikan solusi bahwa salat Jumat bisa dilakukan di tempat lain selain masjid tanpa harus dilakukan bergelombang.

Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat memberikan penegasan pelaksanaan Salat Jumat Dua gelombang di masa pandemi virus corona atau Covid-19 di Indonesia tidak sah.

Penegasan tersebut dirangkum dalam Taujihat Pengurus MUI Pusat yang dibacakan oleh Ketua MUI Bidang Kerukunan Umat Beragama Yusnar Yusuf.

"Pelaksanaan salat Jumat dua gelombang (lebih dari satu kali) di tempat yang sama pada waktu yang berbeda hukumnya tidak sah, walaupun terdapat ‘udzur syar’i (alasan yang dibenarkan secara hukum)," ujar Yusnar di Kantor MUI, Jakarta, Kamis (4/6/2020).

Keputusan tersebut berdasarkan Musyawarah Nasional MUI tahun 2000 yang dihadiri oleh Pimpinan MUI seluruh Indonesia telah menetapkan Fatwa Nomor 5 Tahun 2000 tentang Pelaksanaan Salat Jumat Dua Gelombang.

Yusnar mengatakan MUI berketetapan bahwa Fatwa tersebut masih relevan saat ini untuk dilaksanakan umat Islam.

"Hukum asal dari salat Jumat adalah sekali saja dan hanya dilakukan di satu masjid di setiap kawasan serta dilakukan dengan segera tanpa menunda waktu," ucap Yusnar.

Yusnar menyebut MUI berpandangan solusi untuk situasi ketika masjid tidak bisa menampung jamaah salat Jumat karena adanya physical distancing adalah dengan memanfaatkan tempat lain, seperti musala, aula, gedung olahraga, dan stadion.

"MUI berpandangan bahwa solusi untuk situasi saat ini ketika masjid tidak bisa menampung jamaah salat Jumat karena physical distancing adalah bukan dengan mendirikan salat Jum’at secara bergelombang di satu tempat," sebut Yusnar.

Halaman
123
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved