Breaking News:

MUI Terbitkan Fatwa Baru Shalat Jumat dan Shalat Berjamaah Boleh Renggang dan Harus Pakai Masker

MUI merekomendasikan pelaksanaan salat Jumat dan jamaah perlu tetap mematuhi protokol kesehatan.

WARTAKOTA/Angga Bhagya Nugraha
Ilustrasi: Sejumlah pekerja pembangunan renovasi, tengah melaksanakan salat dzuhur dengan mematuhi protokol kesehatan di Mesjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2020). Renovasi pembangunan Mesjid Istiqlal sudah mencapai 90 persen dan bersiap untuk pelaksanaan ibadah di era kenormalan baru. Pengurus Masjid Istiqlal tengah mempersiapkan protokol kesehatan jika masjid kembali dibuka untuk umum saat kenormalan baru diberlakukan. (Warta Kota/Angya Bhagya Nugraha) 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) merekomendasikan pelaksanaan salat Jumat dan jamaah perlu tetap mematuhi protokol kesehatan.

Rekomendasi itu tertuang dalam fatwa baru MUI tentang penyelenggaran salat jumat dan jemaah di tengah pandemi Covid-19 di Indonesia.

Seperti diketahui, jumlah kasus Covid-19 di Indonesia saat ini terus bertambah. Untuk itu pemerintah maupun MUI mengeluarkan aturan untuk menekan angka kasus Covid-19 . Satu di antara aturan itu tentang pembatasan jarak atau physical distancing.

Fatwa MUI nomor 31 tahun 2020 itu mengatur soal penerapan physical distancing ketika ibadah salat jumat dan jemaah.

"Untuk mencegah penularan wabah Covid-19, penerapan physical distancing saat salat jamaah dengan cara merenggangkan saf hukumnya boleh, saalatnya sah dan tidak kehilangan keutamaan berjamaah karena kondisi tersebut sebagai hajat syar’iyyah," demikian bunyi fatwa tersebut seperti dilihat Tribunnews, Jumat (5/6/2020). 

Lewat fatwa tersebut, MUI merekomendasikan pelaksanaan salat Jumat dan jamaah perlu tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker, membawa sajadah sendiri, wudu dari rumah, dan menjaga jarak aman.

"Menggunakan masker yang menutup hidung saat salat hukumnya boleh dan salatnya sah, karena hidung tidak termasuk anggota badan yang harus menempel pada tempat sujud saat salat," demikian lanjut bunyi fatwa tersebut.

Sementara hukum menutup mulut saat salat adalah makruh, kecuali ada hajat syar’iyyah. Karena itu, MUI menyebut salat dengan memakai masker karena ada hajat untuk mencegah penularan wabah COVID-19 hukumnya sah dan tidak makruh.

"Kemudian perlu memperpendek pelaksanaan khutbah Jumat dan memilih bacaan surat al-Quran yang pendek saat salat.

Rekomendasi selanjutnya, untuk jemaah yang sedang sakit, MUI menganjurkan agar salat di kediaman masing-masing.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved