Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Sudah Diperbolehkan, Berikut Ketentuan Pelaksanaan Salat Jumat di Masjid di Tengah Pandemi Covid-19

Masyarakat harus tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Begini ketentuan yang disarankan saat salat berjamaah di masjid.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ilustrasi shalat berjamaah di Masjid Istiqlal Jakarta. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (Sekum MUI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Ahmad Luthfi mengatakan, salat Jumat di masjid sudah diperbolehkan.

Namun, masyarakat harus tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Ini ia sampaikan terkait kondisi menghadapi new normal saat masyarakat akan hidup dengan normal baru dan akan menerapkan kehidupan sesuai protokol covid-19.

"Salat Jumat berjamaah di masjid memang sudah diperbolehkan, namun masyarakat harus tegap menerapkan protokol covid-19 dalam pelaksanaan salat, seperti berjarak, menggunakan masker," kata Ahmad Luthfi kepada Bangkapos.com, Jumat (05/06/2020)

Dia menyebutkan, banyak muncul pertanyaan di masyarakat tentang hukum pelaksanaan salat Jum’at dan salat berjamaah lima waktu dengan protokol kesehatan seperti dengan merenggangkan saf.

Menurutnya, dalam rangka penerapan jaga jarak (physical distancing) dan salat dengan menggunakan masker, akan berdampak pada daya tampung suatu masjid tersebut.

"Oleh karena itu dipandang perlu menetapkan fatwa tentang penyelenggaraan salat Jumat dan salat berjamaah untuk mencegah penularan wabah Covid-19 sebagai pedoman," ujarnya

Adapun Ketentuan Hukum Pelaksanaan Salat Sebagai Berikut:

A. Perenggangan Saf Saat Berjamaah

1. Meluruskan dan merapatkan saf (barisan) pada shalat berjamaah merupakan keutamaan dan kesempurnaan  berjamaah.

Halaman
123
Penulis: Andini Dwi Hasanah
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved