Berita Pangkalpinang

Masa New Normal, Perekonomian Diperkirakan Tetap Melambat

Pendapatan sektor bisnis belum dapat maksimal karena masih adanya pembatasan supply barang dan jasa, disisi lain demand belum tumbuh sepenuhnya

Bangka Pos/Deddy Marjaya
Aktivitas para pedagang di Pasar Kite Sungailiat Kabupaten Bangka, pedagang mengeluh sepi pembeli akibat dampak virus corona, Rabu (22/4/2020). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dosen STIE Pertiba Pangkalpinang sekaligus Pengamat Ekonomi, Suhardi mengatakan New normal atau tatanan baru merupakan upaya untuk membiasakan diri beradaptasi dengan covid-19 dengan memperhatikan aspek kesehatan.

Adanya pandemi covid-19 menyebabkan produktivitas menurun dan tidak bisa secara maksimal menjalankan aktivitas termasuk aktivitas sosial ekonomi.

Tatanan baru ini diperlukan karena belum ditemukannya vaksin atau obat manjur untuk mencegah dan mengobati Covid-19.

"Harus kita akui, bahwa pemberlakuan new normal ini memang lebih kental karena alasan sosial ekonomi," kata Suhardi saat dikonfirmasi bangkapos.com, Sabtu (6/6/2020).

Lebih lanjut, ia mengungkapkan satu diantara alasan pemberlakuan tatanan baru karena dampak ekonomi akibat pandemi dianggap sudah begitu mengkhawatirkan, mulai dari tekanan psikologis, pendapatan dan biaya kepada pengusaha, pekerja maupun kepada konsumen.

Sehingga diperlukan penyesuaian atau pembaruan keadaan sosial ekonomi sehingga tidak terjadi dampak lebih lanjut.

Artinya, akivitas sosial ekonomi masyarakat tidak dapat lepas dari memperhatikan persyaratan dari sisi kesehatan.

"New normal atau tatanan baru ini, bukan diartikan pandemi covid-19 telah selesai, dan keadaan telah normal seperti keadaan sebelumnya, dengan tatanan baru ini masyarakat dalam melakukan aktivitas termasuk aktivitas ekonominya harus terbiasa dengan social-physical distancing, memakai masker, menjauhi kerumunan, menjaga kesehatan, sering mencuci tangan, memperhatikan etika batuk/bersin atau meludah di area publik,"jelas Suhardi.

Menurutnya, penerapan tatanan Baru ini belum tentu serta-merta dapat membalikkan keadaan ekonomi normal seperti sediakala sebagaimana keadaan sebelum masa pandemi covid-19.

Walaupun ada pembukaan aktivitas ekonomi namun tampaknya roda perekonomian tetap berjalan lambat, pendapatan sektor bisnis belum dapat maksimal karena masih adanya pembatasan supply barang dan jasa, disisi lain demand belum tumbuh sepenuhnya, demikian juga dengan jalur pemasaran belum bisa sepenuhnya terbuka.

Halaman
123
Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved