Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Gratifikasi di KUA Dapat Dilaporkan Melalui Aplikasi SIPAK-KOPPID Kanwil Kemenag

Aplikasi ini merupakan layanan informasi yang dapat memantau gratifikasi secara online maupun survey layanan.

Penulis: Agus Nuryadhyn | Editor: Dedy Qurniawan
bangkapos.com / agus nuryadhyn
Kabag Tata Usaha Kanwil Kemenag Babel Drs H Rebuan didampingi Marjuanda 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung launching aplikasi sistem informasi pantau KUA Kepuasan Organisasi dan PPID (SIPAK-KOPPID).

Aplikasi ini merupakan layanan informasi yang dapat memantau gratifikasi secara online maupun survey layanan.

Aplikasi SIPAK-KOPPID merupakan layanan informasi secara online,  dapat dibuka melalui babel.kemenag.go.id/ppid.

"Aplikasi ini untuk menginput mengetahui tentang kepuasan masyarakat terhadap pelayanan akad nikah serta pengembangan pelayanan lainnya, seperti pendidikan dan haji," jelas Kakanwil Kemenag Babel Muhammad Ridwan didampingi Kabag TU Rebuan, Selasa (9/6/2020).

Menurut Ridwan, aplikasi ini untuk memperoleh informasi pengaduan masyarakat terkait gratifikasi dalam pelayanan nikah.

"Apabila ada KUA maupun penghulu memungut biaya lebih dari biaya yang ditetapkan. Seperti nikah di rumah (luar kantor) tarif Rp 600.000, bagi nikah di kantor KUA pada saat jam kerja tidak dikenakan biaya," ujarnya.

Dikatakan Ridwan, Kemenag ingin membuat agar aparatur untuk tidak terbiasa melakukan gratifikasi terutama dalam.pelayanan nikah.

"Melalui aplikasi ini, masyarakat bisa melaporkan," jelasnya.

Sementara itu Kabag TU Rebuan mengemukakan, bahwa PPID Kanwil Kemenag Babel untuk melayani informasi publik yang bisa dilakukan secara online.

"Siapa pun yang ingin informasi data tentang kinerja Kanwil Kemenag bisa secara online maupun datang langsung ke PPID Kanwil Kemenag Babel," ungkap Rebuan.

Dikatakan Rebuan, bila informasi DIPA Kanwil Kemenag Babel maka bisa mengupload melalui babel.kemenag.go.id/ppid.

Apabila untuk data khusus yang diinginkan, maka bisa mengisi formulir dengan menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan KTP di foto diupload.

"Dengan demikian yang minta informasi dapat dipertanggungjawabkan," ujar Rebuan.

Adapun aplikasi Sipak-Koppid, dibuat programmer Marjuanda S Kom. (bangkapos.com/rya)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved