Breaking News:

Kriminalitas

Tingkatkan Kasus Ke Penyidikan, Kejati Bangka Belitung Panggil Kepala Unit PLB PT Timah Tbk

Kejaksan Tinggi (Kejati) Bangka Belitung kini telah menaikan kasus, dugaan korupsi pembelian timah sisa hasil produksi ke tingkat penyidika

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Konferensi pers yang digelar oleh Kejati Bangka Belitung terhadap kasus di PT. Timah Tbk 

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Kejaksan Tinggi (Kejati) Bangka Belitung kini telah menaikan kasus dugaan korupsi pembelian timah sisa hasil produksi ke tingkat penyidikan, Rabu (10/06/2020).

Merespon hal tersebut pihak Kejati Bangka Belitung telah memanggil beberapa pihak untuk dimintai keterangannya dalam kasus pembelian biji timah kadar rendah yang melibatkan sejumlah oknum di PT Timah Tbk.

Satu diantaranya yang telah dipanggil oleh tim penyidik Pidsus Kejati Bangka Belitung, yaitu Kepala Unit Penambangan Laut Bangka (PLB) PT Timah Tbk, Ali Samsuri, pada Selasa (09/06/2020).

Namun saat sejumlah wartawan mencoba mengkonfirmasi kedatangannya, Ali tak banyak berkomentar mengenai hal tersebut.

"Ada panggilan dari Kejaksaan, nanti saja ke humas," ujar Ali.

Lebih lanjut Humas PT Timah Tbk, Anggi saat dikonfirmasi membenarkan adanya pemanggilan dari Kejati Bangka Belitung terkait proses hukum dugaan korupsi timah SHP.

”Hari ini kita memenuhi panggilan sebagai proses hukum yang berjalan, terpenting bagi kita adalah, kita tetap mengedepankan azaz praduga tak bersalah dan tetap proaktif terhadap proses hukum yang sedang berjalan,” jelas Anggi saat dikonfirmasi melalui pesan singkat Whatsapp.

Sementara itu dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) dalam kasus itu, lantaran biji timah yang dibeli mengandung terak. Kegiatan itu dilakukan dalam program PAM aset dan SHP, di unit gudang Baturusa dan unit gudang Tanjung Gunung 2018-2019.

Lebih lanjut Kasi Pidsus Kejati Babel, Eddi Ermawan mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan upaya dalam pengungkapan dua kasus.

"Dua kasus ini sudah kami lakukan puldata pulbaket permintaan keterangan, dan pada 29 mei 2020 dua penyelidikan ini sudah kita tingkatkan ke penyidikan. Sudah kita buatkan sprindiknya kita juga sudah buatkan jadwalnya, jadi minggu depan kita ada para pihak yang dimintai saksi. Jadi bukan lagi dimintai keterangan, tapi dimintai saksi," tegasnya dalam konferensi pers, Selasa (2/6/2020).

(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved