Breaking News:

New Normal di Bangka Belitung

Mengarah Fase New Normal, Wali Kota Pangkalpinang: Ekonomi dan Kesehatan Harus Beriringan

Sampai saat ini pemerintah kota masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait kapan dilakukan kembali berbagai aktivitas publik di Pangkalpinang

Bangkapos.com/Ira Kurniati
Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil -- 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) menyatakan, sampai saat ini pemerintah kota masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait kapan dilakukan kembali ibadah salat fardu dan Jumat di masjid, pembukaan hotel maupun kepada pelaku UMKM.

Namun, menurut dia, aktivitas ini sebetulnya sudah mulai berjalan secara perlahan meski aturan secara resmi belum dikeluarkan pusat.

"Masih tetap sepakati surat edaran terkait pemberlakuan operasional bagi UMKM, termasuk belum membuka kawasan pariwisata dan menunggu juga araha pusat bagaimana teknis ini selanjutnya," kata Molen, Kamis (11/6/2020).

Dia menuturkan, sembari menunggu arahan yang dikeluarkan pemerintah pusat, pihaknya terus mengimbau untuk menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara tertib.

Molen mengaku juga turut prihatin mengenai kondisi ekonomi pelaku UMKM yang sangat berdampak karena pandemi ini.

Menurut dia aktivitas pelaku UMKM ini sudah mulaI terlihat secara perlahan dengan dibuka kembali restoran maupun cafe.

Pihaknya tidak mempermasalahkan itu, namun tetap tertib pada protokol.

"Kasihan ekonomi masyarakat juga. Kita pikirkan kedua-duanya. Ekonomi dan kesehatan. Ekonomi harus tetap berjalan dan kesehatan juga diperhatikan. Jangan sampai kita sibuk dengan satu aspek dan mematikan aspek lainnya," ujar Molen.

Dia mengatakan, tanpa disadari masyarakat sudah menjalankan new normal atau tatanan baru secara informal, meskipun belum ada perintah resmi atau secara formal tertulis.

Molen menilai, dari cara masyarakat mulai berani melakukan aktivitas di luar, bekerja dan tetap menerapkan protokol memakai masker dan jaga jarak, ini sudah mengarah pada tatanan baru tersebut.

Menurut Molen, merebaknya pandemi corona sejak tiga bulan terakhir membuat seluruh aspek terdampak, begitu pun dengan ekonominya.

Untuk itu lah, pemkot melonggarkan tempat-tempat usaha bidang kuliner untuk buka dengan mengacu pada surat edaran, yakni tutup pukul 20.00 WIB untuk makan di tempat namun bagi yang ingin pesanan bungkus atau take away sampai dengan pukul 22.00 WIB.

"Kedua aspek ini, ekonomi dan kesehatan harus beriringan. Silahkan bekerja, kalau tidak bekerja gimana mau dapat uang, tapi tetap pakai masker dan protokol kesehatannya. Harus tertib," pungkasnya.  (bangkapos.com/irakurniati)

Penulis: Ira Kurniati
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved