Breaking News:

Berita Sungailiat

KLHK RI Selidiki Pencemaran Udara dari Pabrik Pengolahan Ubi di Kelurahan Kenanga

KLHK RI juga melakukan pemasangan alat pendektesi udara dan kebauan serta memeriksa kualitas air di sekitar perusahaan dan pemukiman warga.

Ist/Heti
Tim KLHK memasang alat pengukur udara terkait penyelidikan dugaan pencemaran oleh PT BAA di Kelurahan Kenanga Jum'at (12/6/2020). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Sejak beberapa hari ini tim dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI turun ke wilayah Kelurahan Kenanga Kabupaten Bangka.

Mereka melakukan pengumpulan data terkait dugaan pencemaran udara bau tak sedap oleh PT. Bangka Asindo Agri (BAA) perusahaan pengelola ubi cassesa.

Hal ini disyukuri warga dan berharap pencemaran udara yang dilakukan oleh PT. BAA yang saat ini diselidiki KLHK dapat terbukti dengan harapan pabrik tersebut dihentikan operasionalnya bahkan hingga penutupan atau relokasi pabrik yang sangat dekat dengan pemukiman penduduk tersebut.

"Hampir 4 tahun lebih kami merasakan bau busuk dari operasional perusahaan akibat pengolahan limbahnya yang menghasilkan aroma tak sedap atau bau busuk. Secara umum, perusahaan ini tak ada manfaat sama sekali bagi kami warga Kenanga," kata Heti salah seorang warga Jum'at (12/6/2020)

Menurut Heti yang mengatakan kegiatan Tim KLHK antara lain meninjau langsung PT BAA.

Selain itu juga melakukan pemasangan alat pendektesi udara dan kebauan serta memeriksa kualitas air di sekitar perusahaan dan pemukiman warga.

Juga mendengarkan keluhan langsung dari warga dengan membagikan kuisioner yang harus diisi oleh warga. Tim juga melakukan peninjauan dugaan "dumping" (pembuangan) limbah yang diduga berasal dari limbah pabrik PT. BAA pada sebuah lahan terbuka milik masyarakat.

"Kita hanya berdoa semoga hasil penyelidikan tim KLHK berpihak kepada warga. Intinya, kami sangat berharap hasil temuan Tim KLHK ini bisa berdampak positif bagi masyarakat yang terdampak bau busuk ini yang telah berlangsung hampir 4 tahun dan bisa menghentikan operasional bahkan menutup atau merolaksi pabrik yang sangat dekat dgn pemukiman penduduk tersebut," kata Heti.

Sementara itu Yuniotman warga lainnya mengatakan terlepas adanya kegiatan penyelidikan oleh pihak KLHK warga juga melakukan sejumlah langkah dan upaya gugatan perbuatan melawan hukum lainnya.

Antara lain melalui tim pengacara Kantor Hukum Zaidan & Partners dengan mengajukan gugatan perdata, class action dan tindakan hukum lainnya terhadap PT. BAA ke PN Sungailiat.

Warga Kenanga juga dengan didampingi kuasa hukum Zaidan & Partners turut melaporkan PT BAA secara pidana ke Polda Kepulauan Bangka Belitung dan juga mendapatkan penjelasan dari pihak Ditkrimsus Polda Kepulauan Bangka Belitung bahwa pihak KLHK telah melakukan penyelidikan dugaan pencemaran yang dilakukan oleh PT BAA dan akan segera turun ke Kelurahan Kenanga sebagaimana yang terjadi saat ini.

"Ternyata benar informasi dari pihak Ditkrimsus Polda karena dua hari ini tim KLHK turun langsung ke Kenanga melakukan penyelidikan dugaan pencemaran udara yang dilakukan oleh PT BAA," kata Yuniotman.

(Bangkapos/Deddy Marjaya)

Penulis: deddy_marjaya
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved