Breaking News:

Meninggal di Usia 193 Tahun, ini Rahasia Mbah Arjo Panjang Umur, Intip 6 Fakta Ini

Sosok Mbah Arjo, warga Dusun Sukomulyo, Desa Gadungan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, yang meninggal dunia saat usianya 193 tahun

Penulis: tidakada006 | Editor: Evan Saputra
tribun jatim
Mbah Arjo Suwito asal Dusun Sukomulyo, Desa Gadungan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar semasa hidupnya. 

Tempat tinggal Mbah Arjo hanya berjarak 10 kilometer dari puncak Gunung Kelud.

"Kalau dikait-kaitkan dengan peristiwa zaman dulu soal masa kecil saya, ya saya sudah lupa."

"Namun, ketika zaman penjajah Jepang, saya sudah beristri yang keenam. Sebab, kelima istri saya itu meninggal dunia sehingga saya menikah lagi dan dapat istri orang Ponorogo, namanya Suminem."

"Ia meninggal dunia ketika Indonesia merdeka," kata dia saat itu.

Menurut salah satu tokoh masyarakat, Heri Noegroho, Bupati Blitar dua periode 2005-2015, usia Mbah Arjo diduga lebih dari 100 tahun.

"Dulu (saat masih jadi bupati) saya memang sering ke sana dengan naik sepeda motor. Selain ada kepentingan tersendiri dengan Mbah Arjo, juga sekalian ingin mengenalkan destinasi wisata, yakni candi penemuan Mbah Arjo (Candi Wringin Branjang) itu," tutur Heri, Minggu (14/1/2018).

3. Pernah menemani Presiden Soekarno melakukan ritual

Mbah Arjo bercerita, saat zaman perjuangan, ia sering bertemu Bung Karno dan Supriadi, pahlawan Pembela Tanah Air (Peta).

Saat itu, ia masih tinggal di Dusun Sukomulyo, Desa Gadungan.

Oleh Bung Karno dan Supriadi, ia disuruh menemani melakukan ritual di lereng Gunung Gedang, yang kini menjadi tempat tinggalnya.

Halaman
1234
Tags
fakta
Unik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved