Breaking News:

VIDEO : Kisah Kades Pemali Tanam Alpukat, Panen Perdana Capai Puluhan Juta Rupiah

Ketika mulai memasuki masa panen, dua bulan lalu, para tengkulak atau pedagang pengumpul buah langsung datang menemui Jonet.

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Panen perdana saja, sudah dapat puluhan juta rupiah per hektare, apalagi panen kedua nanti. Makanya siapa yang tak tergiur? Karena itu pula, kini banyak orang berbondong-bondong menanam tanaman alpukat.

Ini dirasakan oleh Kepala Desa (Kades) Pemali, Kecamatan Pemali Bangka, Isnanto alias Jonet (45).

Bibit alpukat yang ia tanam di sela-sela pohon pohon lada tua, pertengahan 2016 silam, kini telah memberikan hasil. Artinya tanaman itu mulai berbuah di usia 3 tahun 6 bulan, setelah tanam di lapangan.

Sementara itu, ada sebanyak 160 pohon alpukat di kebun yang berlokasi di Desa Pemali ini.

Bibit alpukat unggul hasil sambung pucuk yang ketika itu ia beli pada penjual bibit beberapa tahun silam, hasilnya cukup memuaskan.

Sebanyak 40 pohon alpukat jenis aligator, sedangkan sisanya jenis mentega, lingga, aves dan abot.

Ketika mulai memasuki masa panen, dua bulan lalu, para tengkulak atau pedagang pengumpul buah langsung datang menemui Jonet.

"Satu pohon diborong lima ratus ribu (Rp 500.000 perpohon). Sedangkan di kebun saya seluas satu hektare ini, ada sekitar 160 pohon alpukat (total borong sekitar Rp 80 Juta)," kata Jonet.

Jonet berharap, tahun depan, pada panen kedua 2021 nanti, pohon alpukatnya semakin berbuah lebat agar harga borong bisa lebih tinggi.

"Diperkirakan saat panen kedua, tahun depan, penambahan jumlah buahnya sekitar 30 persen dibanding panen pertama. Jumlah buah panen akan terus bertambah seiring pertambahan umur tanaman," kata Jonet.

Jonet berencana memperluas areal kebun alpukat di desanya karena keuntungan yang didapat cukup menggiurkan. Apalagi kebutuhan buah alpukat di daerah dan luar daerah terus meningkat.

"Makanya tidak heran jika saat ini banyak orang mulai menanam alpukat," katanya.

Apalagi biasanya, pohon alpukat yang sudah besar atau usia sepuluh tahun ke atas produksi buah mencapai ratusan kilogram hingga satu ton perpohon persekali musim panen satu tahun sekali. Pohon usia sepuluh tahun ke atas rata-rata diborong oleh pedagang buah senilai Rp 3 Juta hingga Rp 4 Juta perpohon.

"Keuntungannya cukup menjanjikan," kata Jonet mengakhiri kisahnya.

(bangkapos.com/Fery Laskari).

Penulis: ferylaskari
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved