Breaking News:

Kantor Korea Selatan di Perbatasan Meledak, Hubungan Korut dan Korsel Memanas

Korea Utara meledakkan kantor gabungan Korea Selatan sebagai peringatan terhadap Seoul

Penulis: Teddy Malaka (CC) | Editor: Teddy Malaka
AFP/KOREAN BROADCASTING SYSTEM
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri), dan Presiden Korea Selatan Moon Jae In berpegangan tangan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Antar-Korea di Panmunjom, Jumat (27/4/2018). 

BANGKAPOS.COM -- Korea Utara meledakkan sebuah kantor yang didirikan untuk membina hubungan yang lebih baik dengan Korea Selatan di kota perbatasannya Kaesong pada hari Selasa (16 Juni), setelah berhari-hari retorika yang semakin ganas dari Pyongyang.

Berita negara KCNA Korea Utara mengatakan kantor penghubung, yang telah ditutup sejak Januari karena kekhawatiran akan virus corona, "secara tragis hancur dengan ledakan hebat".

Korea Selatan juga mengatakan kantornya telah diledakkan. Media-nya melaporkan bahwa sebuah ledakan terdengar dan asap terlihat naik di atas Kaesong.

Pembongkaran itu terjadi setelah Nona Kim Yo Jong - saudara perempuan berkuasa pemimpin Korea Utara Kim Jong Un - mengatakan pada akhir pekan bahwa "kantor penghubung bersama utara-selatan yang tidak berguna" akan segera terlihat "benar-benar runtuh". Ms Kim menjabat sebagai pejabat senior Partai Buruh yang berkuasa.

KCNA mengatakan kantor itu diledakkan untuk memaksa "sampah manusia dan mereka, yang telah melindungi sampah, untuk membayar mahal atas kejahatan mereka". Korea Utara menyebut pembelot sebagai "sampah manusia".

Sebuah sumber militer Korea Selatan mengatakan ada tanda-tanda pembongkaran yang akan terjadi pada hari sebelumnya, dan para pejabat militer Korea Selatan menyaksikan secara langsung gambar-gambar pengawasan bangunan ketika bangunan itu meledak.

Analis mengatakan Pyongyang mungkin berusaha untuk membuat krisis untuk meningkatkan tekanan pada Seoul sementara negosiasi nuklir dengan Washington terhenti.

Gedung Biru kepresidenan Seoul mengadakan pertemuan darurat Dewan Keamanan Nasional, kata Yonhap.

Kantor kepresidenan Korea Selatan mengatakan akan merespons dengan tegas jika Korea Utara terus meningkatkan ketegangan setelah menghancurkan kantor tersebut.

Penghancuran kantor penghubung "mematahkan harapan semua orang yang berharap untuk pengembangan hubungan antar-Korea dan perdamaian abadi di semenanjung itu," kata wakil penasihat keamanan nasional Kim You-geun dalam sebuah briefing pada hari Selasa.

Halaman
1234
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved