Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Kasus Masih Tinggi, Anggota DPRD Babel Sarankan Jangan Gegabah Mulai Aktivitas Tahun Ajaran Baru

Dinas Pendidikan Babel diharapkan jangan terburu-buru untuk membuka aktivitas sekolah di tengah masih tingginya kasus terkonfirmasi positif Covid-19

Penulis: Riki Pratama | Editor: Dedy Qurniawan
Bangkapos/Riki Pratama
Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bangka Belitung, Jawarno. 

BANGKAPOS.COM,BANGKA - Rencana akan dimulainya tahun ajaran baru di sekolah pada 13 Juli 2020 ditanggapi oleh Ketua Komisi IV anggota DPRD Babel, Jawarno.

Dia mengatakan Dinas Pendidikan Babel diharapkan jangan terburu-buru untuk membuka aktivitas sekolah di tengah masih tingginya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Babel hingga saat ini.

"Saran kami jangan sampai gegabah, kalau Menteri Pendidikan itu melihat mana zona merah, hijau melihat secara luas dan jangan disamakan seperti di Jakarta yang mungkin sudah menurun, tetapi kita masih naik-naiknya,"ungkap Jawarno kepada Bangkapos.com, Selasa (16/6/2020).

Terkait rencana tahun ajaran baru yang akan dilaksanakan pada 13 Juli 2020 nanti, ia menyarankan jangan dulu dilaksanakan apabila kasus positif virus corona masih tinggi di Babel.

"Tentunya harus melihat kondisi karena kurva yang positif corona di Babel belum menurun, malah naik, kita lihat saja bulan ini apabila mengalami penurunan boleh saja, tetapi kalau naik jangan gegabah. Karena masih banyak orang tua yang was-was apabila anak mereka harus sekolah dengan kondisi saat ini,"ujarnya.

Jawarno juga tidak mau siswa di sekolah menjadi ajang uji coba dengan kondisi belum menurunya kasus covid-19 saat ini.

"Jangan sampai menjadi klaster baru, jangan sampaikan mencoba-mencoba, harus melihat kondisi daerah, karena daerah kita yang mengatur dan tahu rumah tangga kita sendiri,"tegasnya.

Selain siswa sekolah umum, Jawarno mengatakan, bahwa saat ini orang tua siswa juga khawatir terkait telah masuknya siswa pesantren di pulau Jawa.

Bahkan, ada sebagian orang tua tidak mengizinkan anaknya untuk kembali ke pesantren.

"Secara umum anak pondok tidak mau pulang, orang tuanya menahan diri karena kondisi semacam ini, karena mereka juga nanti harus bertemu santri dari seluruh Indonesia, di pesantren nanti,"katanya (Bangkapos.com/Riki Pratama)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved